Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam mendukung pemanfaatan sumber daya energi nasional secara optimal

Kota Jambi (ANTARA) - Pertamina EP Jambi bersama PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) resmi menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) untuk perkuat ketahanan energi dalam bentuk kontrak berjangka waktu tujuh tahun terhitung efektif mulai 1 Desember 2028.

"Melalui skema komersialisasi yang tepat, pengembangan Lapangan Sengeti menjadi semakin feasible (layak) untuk direalisasikan sehingga dapat mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus peningkatan pemanfaatan gas bumi nasional," kata Direktur 1 PT Pertamina EP Muhamad Arifin melalui keterangan tertulis di Jambi, Rabu.

Ia menjelaskan, komersialisasi Lapangan Sengeti merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengoptimalkan potensi ladang gas alam (gas stranded) yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal akibat keterbatasan akses pasar dan infrastruktur.

Penandatanganan strategis yang menandai optimalisasi pemanfaatan sumber daya gas domestik serta penguatan ketahanan energi nasional.

Melalui kesepakatan tersebut, PEP Jambi akan memasok gas dengan volume lebih dari 5 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD) sesuai ketentuan PJBG, dengan estimasi nilai kontrak mencapai Rp1,6 triliun.

​Arifin menambahkan, nantinya pasokan gas dari Lapangan Sengeti diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri serta kelistrikan di wilayah Sumatra dan sekitarnya melalui jaringan pelanggan komersial PGN.

Kerja sama ini sekaligus diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target produksi gas Regional 1 Sumatra.

Saat ini, Regional 1 menetapkan target kontribusi gas dari Zona 1 sebesar 37 persen dari total target produksi gas Regional 1.

Produksi dari Lapangan Sengeti sendiri diproyeksikan menyumbang sekitar 4 persen dari total keseluruhan produksi gas di Zona 1.
​Selain memperkokoh pasokan energi nasional, proyek hulu migas ini diyakini mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah.

Lanjut dia, pemanfaatan gas sebagai sumber energi yang kompetitif diharapkan mendongkrak perkembangan industri lokal, membuka ruang usaha baru, serta menyerap tenaga kerja di wilayah sekitar.

​PEP memandang prospek permintaan gas di Pulau Sumatra menunjukkan tren peningkatan seiring eskalasi kebutuhan energi domestik dan akselerasi transisi menuju energi bersih.

Kondisi ini membuka peluang lebar bagi optimalisasi potensi gas dari berbagai lapangan migas yang dikelola perusahaan agar terserap secara maksimal di pasar dalam negeri.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam mendukung pemanfaatan sumber daya energi nasional secara optimal, sekaligus memperkuat sinergi hulu-hilir untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri," tutupnya.

Baca juga: Pertamina EP Jambi lakukan tajak sumur PPS-X03 dongkrak produksi migas

Baca juga: Pertamina EP Jambi siagakan armada pemadam di lokasi rawan karhutla

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Agus Suprayitno

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira