Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Persero mengembangkan program Desa Energi Berdikari (BED) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat baik melalui ketahanan energi maupun pangan.
"Desa Energi Berdikari ini sebenarnya kita upayakan untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Vice President CSR and SME Management PT Pertamina (Persero) Rudi Arifianto dalam webinar "Detalk Desa Berdaya Energi Terjaga" yang dipantau dari Jakarta, Senin.
Rudi mengatakan bahwa program DEB yang dimulai sejak 2018 itu telah memberikan dampak yang positif bagi warga sekitar, terutama di 310 desa yang telah bergabung.
Menurut dia, Pertamina mendorong desa yang masuk pada program DEB supaya dapat meningkatkan perekonomian warga melalui ketahanan energi maupun pangan yang ada di wilayah tersebut.
"Kita masuk Desa Energi Berdikari itu ada untuk ketahanan pangan, kemudian ketahanan energi. Selain itu, kami juga membangun desa seperti pariwisata, dan pemberdayaan pesisir," ujarnya.
Rudi menambahkan bahwa dari 310 DEB, Pertamina telah membangun 274 solar panel, 25 methane dan biogas, biodiesel, delapan pembangkit mikrohidro untuk menunjang ketahanan energi di desa.
Ia menjelaskan, dengan adanya ketahanan energi tersebut, maka desa itu telah bangkit dan terus berkembang ke arah yang lebih positif terutama dalam hal perekonomian sekitar.
Untuk itu, kata Rudi, Pertamina memiliki target mengembangkan DEB ke 732 desa di seluruh Indonesia, di mana 60 persen berada di luar Jawa.
"Sampai dengan tahun 2030 kami memiliki target 732 DEB di seluruh Indonesia. Kita upayakan yang terbaik," katanya.
Sementara itu, Local Hero DEB Bondan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Mohammad Jamaludin mengatakan bahwa program DEB memiliki arti bagi warga desa tersebut, karena dengan program tersebut masyarakat kini memiliki harapan yang lebih baik.
"Kehidupan warga sekarang lebih baik. Karena kami berada di pelosok desa yang sebelumnya tidak dialiri listrik. Tapi sekarang listrik sudah mengalir di setiap rumah warga, sehingga berdampak pada perekonomian," kata dia.
Baca juga: Kaltim genjot kemandirian energi di pelosok lewat PLTS Terpusat
Baca juga: Kemenko Ekonomi: Kopdes berperan kelola energi berbasis komunitas
Baca juga: Menteri Brian: Gagasan Presiden soal PLTS desa buka ruang riset kampus
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Khaerul Izan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira