Jakarta (ANTARA) - Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) mengajak perempuan meningkatkan kesadaran kesehatan dengan melakukan deteksi dini kanker payudara.

"Peningkatan literasi kesehatan perempuan dan kesadaran melakukan deteksi dini kanker payudara menjadi perhatian dalam kegiatan edukasi ini," kata Ketua Umum PIM Lana T Koentjoro dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Hal ini dikatakannya saat membuka acara bertajuk "Perempuan Sehat, Perempuan Maju di Era Digital dan AI", di Jakarta.

Menurut Lana, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan edukasi kesehatan merupakan bagian penting untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kepedulian perempuan terhadap kesehatan.

Ia menekankan pentingnya penerapan gaya hidup sehat, pemahaman mengenai kanker payudara, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung edukasi dan kesadaran deteksi dini.

Baca juga: Dosen USU teliti manfaat daun bosi-bosi untuk antikanker Payudara

Sementara Dewan Pakar Kesehatan PIM dr Jusuf Kristianto menekankan sosialisasi vaksinasi, seperti vaksin influenza dan HPV untuk membantu mencegah kanker serviks, juga perlu diperluas sebagai bagian dari edukasi kesehatan masyarakat.

Dalam pencegahan kanker payudara, ia menjelaskan pentingnya upaya pencegahan primer melalui pola hidup sehat, menjaga berat badan, melakukan aktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Sementara itu, deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pemeriksaan klinis payudara atau SADANIS, serta mamografi sesuai indikasi dan rekomendasi tenaga medis.

"Masyarakat, khususnya perempuan, diimbau tidak mengabaikan perubahan pada payudara, seperti munculnya benjolan atau perubahan bentuk, dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan," kata Jusuf.

Sementara dokter spesialis bedah dr Sekar Dorojati Yuliana menyoroti perkembangan teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran perempuan melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri.

Baca juga: Dokter jelaskan alasan terapi kanker payudara bisa berbeda

Menurut dia, perempuan dapat memanfaatkan telepon pintar berbasis Android maupun iOS untuk mencari aplikasi dengan kata kunci Breast Self Examination atau Breast Self Check.

Aplikasi tersebut dapat menyediakan panduan tahapan SADARI sekaligus fitur pengingat agar pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Bahkan, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun daftar pemeriksaan atau checklist sehingga pengguna lebih mudah memahami tahapan yang perlu dilakukan.

“Kalau kita bingung, kita bisa bertanya kepada AI. Misalnya, kapan sebaiknya melakukan SADARI, bagaimana posisi pemeriksaannya, dan apa saja yang harus diperhatikan. AI bisa membantu memberikan panduan," kata Sekar.

Acara tersebut diselenggarakan melalui program Selangkah (Semangat Lawan Kanker) Siloam yang bekerja sama dengan PIM.

Baca juga: Biopsi penting untuk menentukan terapi kanker payudara

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Anita Permata Dewi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira