Jakarta (ANTARA) - China ternyata berperan besar dalam menjaga jumlah permintaan iPhone 18 Pro dengan peningkatan penjualan sebesar 29 persen yang membantu mengimbangi penurunan penjualan di AS dan Jepang.

Berdasarkan temuan Counterpoint Research seperti yang dilaporkan Macrumors, Jumat (30/10) waktu setempat, terdapat penurunan penjualan produk iPhone Pro generasi terbaru di AS dan Jepang untuk tahun ini dengan detail penjualan di AS turun 4 persen dan Jepang sebesar 27 persen.

Penurunan penjualan itu mengacu pada periode peluncuran iPhone 17 series yang terjadi di tahun lalu.

Baca juga: Apple pangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro imbas lemahnya permintaan

Meski penurunan di Jepang dan AS cukup besar, namun ternyata penjualan seri iPhone 18 Pro di China tetap bisa menopang penjualan global.

Tercatat gabungan penjualan global iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max naik 3,1 persen selama tiga minggu pertama ketersediaannya di pasaran dibandingkan dengan periode peluncuran yang sama tahun lalu.

Counterpoint mengaitkan pertumbuhan penjualan seri iPhone 18 Pro di China dapat terjadi karena pasokan awal yang lebih baik dan harga pesaing berupa ponsel Android cukup tinggi. Membuat ponsel anyar Apple dapat bersaing ketat.

Baca juga: Apple pangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro imbas lemahnya permintaan

Sementara untuk penurunan di AS, perusahaan riset tersebut mengatakan bahwa pembeli menganggap perubahan fitur dan desain tidak memadai, meskipun ada penambahan seperti kamera dengan aperture variabel .

Selain itu, Apple juga menaikkan harga sebesar 100 dolar AS di AS, membuat harga Pro menjadi 1.199 dolar AS dan Pro Max menjadi 1.299 dolar AS dibandingkan pendahulunya.

Hal itu juga yang terjadi dengan penurunan di Jepang, Counterpoint menunjukkan bahwa nilai tukar mata uang memperparah kenaikan harga di Jepang.

Baca juga: iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max resmi masuk Indonesia

Di antara dua model yang ditawarkan, pangsa penjualan model Pro Max turun dari 57 persen untuk iPhone 17 Pro Max menjadi 56 persen di masa penjualan iPhone 18 Pro Max.

Pertumbuhan untuk model Pro biasa terjaga karena terdapat pertumbuhan permintaan di pasar India dan Asia Tenggara.

Riset ini dilakukan sebelum iPhone Duo dijual secara massal pada 23 Oktober 2026 sehingga Counterpoint belum dapat menyampaikan apakah iPhone lipat perdana Apple itu menarik pembeli tambahan atau mengalihkan pembelian dari model Pro Max kali ini.

Baca juga: Kamera aperture variabel di iPhone 18 Pro akan sangat sulit diperbaiki

Baca juga: Apple mungkin naikkan harga gadgetnya lagi imbas kenaikan memori

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Livia Kristianti

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira