Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Soft Tennis DKI Jakarta, Herman Sukmadipura memastikan regenerasi atlet tetap terjaga, dibuktikannya dengan keluarnya DKI Jakarta sebagai Juara Umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis Indonesia 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.

“DKI Jakarta tetap berkomitmen memperkuat pembinaan atlet muda,” kata Herman di Jakarta, Senin.

Menurut dia, regenerasi menjadi bagian penting agar prestasi soft tennis DKI Jakarta dapat terus terjaga dalam jangka panjang.

Sejumlah atlet muda terjun dalam Kejurnas, termasuk pemain yang masih berusia 16 tahun dan Hanifa yang berada pada rentang usia 19–20 tahun, terus mendapatkan perhatian dalam program pembinaan.

Ia menegaskan pembinaan terus berjalan, terutama bagi atlet-atlet muda yang masih memiliki perjalanan panjang.

“Mereka harus dipersiapkan agar bisa menjadi penerus dan menjaga prestasi DKI Jakarta pada kejuaraan berikutnya,” kata Herman.

Baca juga: Soft tenis - Permainan solid bawa beregu putri Jakarta dulang emas

Keberhasilan DKI Jakarta menjadi juara umum di Makassar pun mempertegas pentingnya kesinambungan latihan, pembinaan usia muda, dan pengalaman bertanding.

“Dengan fondasi tersebut, DKI Jakarta diharapkan mampu menjaga konsistensi prestasi sekaligus melahirkan atlet-atlet baru yang siap bersaing di tingkat nasional maupun pada agenda olahraga berikutnya,” kata dia.

Sementara itu, pelatih tim Soft Tennis DKI Jakarta, Gularso Muljadi, menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan prestasi bukanlah hasil persiapan singkat menjelang pertandingan.

Menurutnya, para atlet telah menjalani program latihan secara berkelanjutan tanpa terputus setelah PON, bukan hanya beberapa bulan menjelang kejurnas.

“Karena itu, ketika tampil di Makassar, para atlet sudah memiliki persiapan yang matang untuk bersaing,” katanya.

Muljadi menjelaskan, kekuatan DKI Jakarta terlihat dari keberhasilan para atlet menembus partai-partai penting di sejumlah nomor. Pada nomor ganda putra, pasangan Bagus Angga Budi Pradila dan Ahmad Baijuri berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan pasangan Fajar dan Fadil dalam final sesama atlet DKI Jakarta.

Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan kedalaman kekuatan kontingen ibu kota. Dominasi DKI Jakarta juga terlihat pada nomor tunggal putri yang menghadirkan final sesama atlet DKI, yakni Aras dan Irma. Dalam pertandingan tersebut, Irma berhasil menjadi juara setelah Aras dilaporkan mengalami demam dan tidak berada dalam kondisi terbaik.

Sementara itu, pada nomor tunggal putra, Muhammad Fajar menambah prestasi DKI Jakarta setelah mengalahkan Fadhil dari Kalimantan Timur dengan skor 4-2.

Sebelumnya, kontingen DKI Jakarta kembali menunjukkan dominasinya di pentas nasional dengan meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis Indonesia 2026. Sementara itu di posisi kedua, Kalimantan Timur (Kaltim) dengan 1 Emas, 1 Perak dan 5 perunggu dan posisi ke- 3 sukses diraih oleh tuan rumah Sulsel dengan 1 emas dan 3 perunggu.

Baca juga: Soft tenis - Jakarta raih emas ganda putri dengan skor ketat

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira