Jakarta (ANTARA) - Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mendorong penguatan literasi etika pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di kalangan generasi muda agar tidak terjerumus dalam disinformasi dan bias algoritma.

Kepada ANTARA di Jakarta, Rabu, Heru menilai adopsi AI di kalangan generasi muda Indonesia saat ini semakin meluas. AI sering digunakan untuk mencari informasi, membantu belajar, menyusun tulisan, membuat konten, hingga mendukung pekerjaan sehari-hari.

Kemampuan menggunakan AI perlu diikuti dengan pemahaman tentang risiko disinformasi, bias algoritma, kebocoran data pribadi, dan plagiarisme. Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute itu menekankan bahwa generasi muda harus menyadari bahwa informasi yang dihasilkan AI tidak selalu akurat.

Baca juga: Menkomdigi dorong investasi digital AS beri manfaat bagi Indonesia

Oleh karena itu, verifikasi fakta menjadi keharusan sebelum sebuah informasi atau sesuatu yang dihasilkan oleh AI dibagikan maupun digunakan.

Tantangan terbesar saat ini, kata Heru melanjutkan, adalah memastikan AI tidak sekadar menjadi alat untuk memperoleh jawaban secara instan, melainkan harus mampu meningkatkan produktivitas serta mengasah nalar dan kemampuan berpikir kritis penggunanya.

Untuk itu, Heru mendorong agar kurikulum pendidikan maupun program pelatihan AI di Indonesia tidak hanya berfokus kepada cara menggunakan teknologi tersebut.

"Pendidikan AI sebaiknya tidak hanya mengajarkan cara memakai aplikasi, tetapi juga tanggung jawab, etika, dan keamanan digital. Jangan sampai generasi muda semakin mahir menggunakan AI, tetapi, justru mudah dimanipulasi oleh teknologi yang digunakannya," ujar dia.

Dia juga mengingatkan generasi muda untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi. Pemuda didorong untuk mulai membangun dan menciptakan inovasi sendiri guna mewujudkan kemandirian digital.

"Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi kemandirian teknologi. Jangan hanya menjadi pengguna AI buatan bangsa lain, anak muda Indonesia harus ikut menciptakan AI untuk Indonesia," ujar Heru.

Baca juga: Risiko penggunaan AI secara berlebih bagi generasi muda

Baca juga: Kadin: RI berpotensi tingkatkan peran dalam komputasi AI

Baca juga: Evaluasi pendidikan, Wamen Stella minta kampus pahami perkembangan AI

Baca juga: Trump segera larang penggunaan istilah "kecerdasan artifisial"

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Farhan Arda Nugraha

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira