Muara Teweh (ANTARA) - Penerbangan dari dan ke Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, setelah sejak 19 Agustus 2026 penerbangan dibatalkan karena terganggu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Hari ini, penerbangan ke Muara Teweh mulai normal, namun jumlah penumpang masih relatif sedikit,di mana sebelumnya sejak Rabu (19/8) dibatalkan karena kabut asap," kata Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh Muhammad Amrillah di Muara Teweh, Senin.

Menurut dia, penerbangan hari ini yakni Wings Air tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan - Muara Teweh dengan jadwal penerbangan setiap hari pulang pergi.

Kemudian, penerbangan Susi Air setiap Senin tujuan Muara Teweh - Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebaliknya.

"Untuk Wings Air pada penerbangan pagi dibatalkan, jadwal terbang hanya siang yaitu 20 orang yang datang dari Banjarmasin dan berangkat dari Muara Teweh 28 penumpang. Sementara Susi Air (pengganti jadwal) baik dari Palangka Raya maupun dari Muara Teweh tidak ada penumpang," kata Amrillah.

Amrillah menambahkan penerbangan Wings Air untuk Selasa (3/11) dibatalkan karena alasan operasional.

"Mereka kembali beroperasi pada Rabu (4/11) dan hari selanjutnya," katanya lagi.

Dia mengatakan, Bandara Muhammad Sidik melayani penerbangan Muara Teweh ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya pulang pergi menggunakan pesawat Susi Air (penerbangan perintis).

Penerbangan bersubsidi menggunakan pesawat jenis Cessna berpenumpang 12 orang dengan frekuensi satu kali sepekan, yakni setiap Senin dengan harga tiket Rp540.020 untuk tujuan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya - Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, sedangkan sebaliknya Muara Teweh-Palangka Raya Rp493.420.

Untuk rute Muara Teweh - Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan sebaliknya dengan maskapai Wings Air setiap hari menggunakan pesawat jenis ATR-72-600 dengan kapasitas 72 penumpang, sedangkan Muara Teweh - Balikpapan,Kalimantan Timur pesawat carteran perusahaan tambang.

"Penumpang dari dan ke Banjarmasin kebanyakan pemudik dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur ke Muara Teweh yang transit dari Bandara Syamsudin Noor dan sebaliknya dari Muara Teweh ke Pulau Jawa yang transit melalui Banjarmasin," kata Muhammad Amrillah.

Kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh ini disambut gembira para pengguna jasa angkutan udara, yang selama kabut asap terpaksa menggunakan angkutan darat ke Palangka Raya, ibu kota provinsi Kalteng, dengan jarak tempuh antara 7-8 jam, sedangkan ke Banjarmasin bisa mencapai 9-11 jam.

"Alhamdulillah saya bisa pulang ke Muara Teweh menggunakan pesawat yang ditempuh dengan waktu tidak lama," kata Nema warga Muara Teweh usai melakukan perjalanan dinas ke Pulau Jawa.

Baca juga: Kemenhub utamakan keselamatan penerbangan di tengah dampak karhutla

Baca juga: Maskapai hentikan sementara penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

Baca juga: Penerbangan ke Muara Teweh dibatalkan akibat kabut asap

Pewarta: Kasriadi
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kasriadi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira