Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan.

Jakarta (ANTARA) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III-2026, didukung oleh kontribusi bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional, sehingga capaian ini menjadi landasan bagi perseroan menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat konektivitas serta kualitas layanan.

"Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa perseroan membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 7,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8 persen, serta pendapatan usaha lain sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 21,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Untuk pendapatan usaha lain didukung oleh tiga lini bisnis utama Jasa Marga, yaitu pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.

Seiring peningkatan pendapatan tersebut, Perseroan memfokuskan strategi kuartal ketiga pada penguatan ketahanan fundamental dan optimalisasi struktur biaya. Langkah ini ditempuh melalui pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin.

Dari optimalisasi tersebut, kata dia lagi, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja positif dengan mencatatkan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar Rp10,5 triliun dan margin EBITDA sebesar 67,0 persen.

Pada periode yang sama Perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,7 triliun, dan capaian kinerja positif ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, pengelolaan risiko dan penciptaan nilai jangka panjang.

Rivan menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan upaya Perseroan menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

"Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Dari prespektif kinerja operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.

Capaian ini mempertegas status Jasa Marga sebagai market leader jalan tol di Indonesia dengan mengoperasikan 1.294 km jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 km atau setara dengan 42 persen dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Baca juga: Jasa Marga optimalkan preservasi jalan tol jaga keandalan perjalanan

Baca juga: Jasa Marga sabet dua penghargaan tata kelola di ajang IICD 2026

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Khaerul Izan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira