Phnom Penh (ANTARA) - Kamboja menangkap 25.360 tersangka narkoba selama periode Januari-Oktober, naik 16,3 persen dibandingkan dengan 21.800 pada periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 1.248 orang yang ditangkap merupakan warga negara asing dari 25 kewarganegaraan berbeda.
Dari total tersangka, 48,3 persen diklasifikasikan sebagai pengedar, produsen, penyimpan, atau pengangkut narkoba, sementara 51,7 persen tercatat sebagai pengguna narkoba.
Pihak berwenang menyita 4,26 ton narkoba ilegal dan 537 kilogram ganja kering antara 1 Januari dan 31 Oktober 2026, menurut laporan itu, seraya menambahkan bahwa jumlah tersebut menandai penurunan dari 5,48 ton narkoba dan 516 kilogram ganja kering yang disita dalam periode yang sama pada 2025.
Barang bukti lain yang disita meliputi 73 pistol dan 27 senapan rakitan, ungkap laporan itu, seraya menambahkan bahwa narkoba yang disita sebagian besar terdiri atas ketamin, ekstasi, heroin, metamfetamin kristal, pil metamfetamin, kokain, dan katinon.
Kamboja tidak memberlakukan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba. Berdasarkan hukum nasional, individu yang dihukum karena memperdagangkan lebih dari 80 gram narkoba ilegal dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira