Jakarta (ANTARA) - Konten Kreator Budaya Betawi, Sofwan Amin mengatakan para pemuda memiliki peran penting melestarikan bahasa lokal, termasuk Betawi dengan membawanya ke dalam ruang percakapan sehari-hari.

"Bagi saya peran anak muda itu sangat penting mengenalkan budaya Betawi, salah satunya bahasa, di dalam kehidupannya. Seperti saat nongkrong, entah di ruang diskusi, terus juga secara keseharian. Itu sangat berpengaruh dalam kelestarian bahasa-bahasa kosakata yang sudah jarang didengar," kata dia dalam siniar bertema: "Peran Generasi Muda dalam Merawat Budaya Jakarta" di Jakarta, Rabu.

Dia lalu mengaku bersyukur karena konten-konten kosakata Betawi mulai banyak berseliweran di media sosial. Menurut Sofwan, anak-anak muda punya andil di sini.

"Alhamdulillah ternyata konten-konten kosakata Betawi tuh sangat banyak sekarang di sosial media. Bukan hanya seorang influencer (pemengaruh) yang membuat konten demikian, tapi masyarakat, ibu-ibu, terus anak-anak kecil," kata dia yang lahir dan tumbuh besar dalam budaya Betawi.

Baca juga: Komunitas berperan penting untuk terus hidupkan bahasa Betawi

Sofwan mengaku baru dua tahun menggeluti kreator konten khusus Betawi. Belum lama ini, dia menjadi pembicara dalam forum TEDx, sebuah acara konferensi lokal di Jakarta.

"Ternyata, budaya Betawi juga bisa tampil dan menyuarakan di forum yang bergengsi. Bukan hanya orang Betawi yang tertarik, dari daerah lain pun juga interested terhadap budaya Betawi," kata dia.

Dia mengatakan, budaya beradaptasi dengan teknologi, seperti seni pertunjukan seperti Topeng Betawi yang dulu dibawakan dengan berkeliling kampung, pernah disiarkan di acara radio.

"Beradaptasi. Kita mengenalnya sandiwara radio," kata dia yang aktif mengangkat narasi kebudayaan Betawi di media sosial.

Baca juga: Pemprov DKI didorong bentuk kantor bahasa sendiri

Baca juga: Kemenag segera hadirkan terjemahan Al Quran dalam Bahasa Betawi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lia Wanadriani Santosa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira