Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman kopi, mulai dari budi daya, pemeliharaan, pemanenan hingga pengolahan pascapanen untuk menghasilkan biji kopi berkualitas dan berdaya saing
Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat pengembangan kopi Arabika di Kabupaten Puncak Jaya melalui pelatihan budi daya berkelanjutan dan pengolahan pasca panen bagi petani setempat.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Andrias Gobay saat dihubungi dari Nabire, Jumat, mengatakan, pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari melalui kerja sama pemerintah provinsi dengan Asosiasi Kopi Indonesia (SCOPI).
“Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman kopi, mulai dari budi daya, pemeliharaan, pemanenan hingga pengolahan pascapanen untuk menghasilkan biji kopi berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia mengatakan, Puncak Jaya merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pengembangan kopi Arabika. Potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan petani dalam menerapkan teknik budi daya dan pengolahan yang tepat.
Menurut dia, pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada pembagian bibit dan penanaman saja.
Pemerintah harus hadir mendampingi petani sejak persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen, hingga pengolahan pasca panen.
Ia menjelaskan, wilayah pegunungan Papua Tengah memiliki potensi pengembangan kopi Arabika, sedangkan wilayah dataran rendah berpotensi mengembangkan kopi Robusta.
Kedua komoditas tersebut perlu dikelola secara terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas serta produktivitas.
Ia menambahkan, pengembangan perkebunan kopi juga menjadi bagian dari program Gerakan Menanam Pohon Kopi yang didorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Fritz Nawipa.
Program tersebut diarahkan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Karena itu, petani diharapkan menjadi pelaku utama, sementara pemerintah memberikan pendampingan, fasilitasi sarana produksi, penguatan kelembagaan, serta membuka akses pasar.
Pemerintah provinsi, lanjutnya, akan mendorong kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, SCOPI, penyuluh, pendamping, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar pengembangan kopi berlangsung berkesinambungan.
“Kita ingin kopi dari Puncak Jaya dan seluruh kabupaten di Papua Tengah dikenal karena kualitas, cita rasa, karakteristik, dan keunikan asalnya,” kata Andrias.
Tahun ini, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan program perluasan dan peremajaan kebun kopi seluas sekitar 1.400 hektare di lima kabupaten untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.
Program perluasan dan peremajaan kebun kopi mencakup Kabupaten Nabire, Dogiyai, Paniai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.
Baca juga: Papua Tengah ekspor perdana 42 ton ikan bawal ke Malaysia
Baca juga: Pemerintah tunjuk PT Antam kelola tambang di Nabire
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ali Nur Ichsan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira