Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta Jembatan Salujambu yang menghubungkan Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara segera dibuka untuk mempermudah akses masyarakat setelah pembangunannya rampung 100 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel Muh Salim Basmin di Makassar, Rabu, mengatakan pemanfaatan jembatan tersebut tidak perlu menunggu seremoni peresmian, sehingga akses transportasi dan mobilitas warga dapat berjalan lancar.

Ia mengatakan arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya memastikan infrastruktur yang telah selesai dibangun segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, Jembatan Salujambu segera dibuka tidak perlu menunggu peresmian. Yang terpenting, masyarakat bisa segera memanfaatkan jembatan untuk akses transportasi dan mobilitas sehari-hari,” kata Salim Basmin.

Baca juga: Lukisan manusia purba terancam rusak dampak karhutla di Sulsel

Menurutnya, penyelesaian pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari rampungnya pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat harus menunggu terlalu lama. Sepanjang pemeriksaan teknis akhir telah terpenuhi dan jembatan dinyatakan aman untuk dilalui,” ujarnya.

Jembatan Salujambu menghubungkan Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, dengan Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.

Baca juga: Indonesia–Inggris kerja sama riset pengolahan sampah organik

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 dengan total alokasi anggaran Rp16 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp13 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan Jembatan Salujambu. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 70 meter dan lebar 4 meter, dengan konstruksi yang memadukan struktur beton dan rangka baja.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Abdul Kadir

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira