Ini saya berharap ada kolaborasi, ada sinergi sehingga kesejahteraan itu benar-benar berdampak
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) memperkuat sinergi dalam menangani kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Jumat, mengatakan kolaborasi antarlembaga pengelola zakat, baik pemerintah maupun swasta, penting agar dana umat dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan.
“Ini saya berharap ada kolaborasi, ada sinergi sehingga kesejahteraan itu benar-benar berdampak," katanya saat Muhammadiyah Zakat Summit 2026 di Semarang.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai pengelolaan dana zakat tidak cukup hanya berorientasi pada penyaluran bantuan.
Menurut dia, pengelola zakat perlu memastikan dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
Baca juga: Baznas Jateng himpun ZIS mencapai Rp367 miliar dalam satu dekade
Karena itu ia berpesan kepada para pimpinan dan pengurus LazisMu agar memperhatikan kebermanfaatan program secara detail, termasuk memastikan dana yang disalurkan mampu berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi berbagai program LazisMu yang mampu menjawab persoalan sosial masyarakat, salah satunya program Muhammadiyah Water Care di Kabupaten Sragen yang membantu mengatasi kekeringan melalui penyediaan air siap minum.
Program tersebut dinilainya dapat menjadi contoh kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah dalam menangani persoalan mendasar masyarakat.
Pemprov Jateng juga mengembangkan Program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) bersama Baznas untuk memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur resapan, salah satunya diterapkan di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Ia mengatakan wilayah yang sebelumnya rutin mengalami kekurangan air hingga membutuhkan distribusi saat musim kemarau kini mampu bertahan tanpa bantuan distribusi air.
Diharapkan, program-program serupa dapat dikembangkan melalui kolaborasi LazisMu, Baznas, dan pemerintah daerah, untuk mengatasi kekeringan sekaligus persoalan sosial lainnya.
Baca juga: Lazismu salurkan Rp516 miliar dana umat, dorong zakat berkelanjutan
Sementara itu Ketua Badan Pengurus LazisMu Pusat Ahmad Mujadid Rais menyebutkan pihaknya menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara nasional saat ini mencapai Rp827,69 miliar
Dari jumlah tersebut, dana yang telah disalurkan mencapai Rp635,02 miliar, dengan Allocation Collect Ratio (ACR) nasional sebesar 76,62 persen yang telah menjangkau 132.225 penerima manfaat.
Selain strategi penghimpunan, kata dia, LazisMu juga mengoptimalkan sembilan program strategis nasional sebagai pilihan bagi masyarakat dalam menyalurkan ZISsesuai kebutuhan dan persoalan sosial yang ingin diselesaikan.
Sembilan program tersebut, meliputi Back to Masjid, Kampung Berkemajuan, Save Our School, Layanan Akses Kesehatan Pusat, Ketahanan Pangan, Muhammadiyah Water Care, Pengelolaan Sampah dan Limbah, Kemanusiaan dan Advokasi, serta Indonesia Siaga.
Baca juga: Lazismu catat penghimpunan dana Rp827,69 miliar
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Zuhdiar Laeis
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira