Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil mengumpulkan minyak jelantah dari aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) sebanyak 31.032,44 liter dari 60.680 pegawai.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Senin, mengatakan gerakan pengumpulan minyak jelantah tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat.
"Program pengumpulan minyak jelantah ini tidak hanya berbicara tentang lingkungan atau sampah, tetapi juga kesehatan. Bagaimana masyarakat kita tidak mengonsumsi minyak yang sudah berkali-kali digunakan sehingga lebih sehat," katanya.
Baca juga: Warga Cilacap antusias mengumpulkan jelantah lewat Kopdes Merah Putih
Atas gerakan itu, Pemprov Jateng mendapatkan penghargaan dari Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengumpul minyak jelantah terbanyak dari kalangan ASN.
Piagam penghargaan diserahkan Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jateng Ari Andriani kepada Wagub Jateng, dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jateng 2026.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menyambut baik penguatan peran posyandu dalam berbagai program yang diterapkan di Jateng, sebab pendampingan kader dapat membantu mengatasi persoalan ketidaktepatan data kemiskinan.
Ia menilai peran Posyandu perlu diperluas, tidak sebatas memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam mengakses program perlindungan sosial.
Ketua Posyandu Jateng Nawal Arafah Yasin mengatakan gerakan pengumpulan minyak jelantah melibatkan 35 kabupaten/kota, dan terus diperluas melalui kerja sama dengan dunia usaha.
Melalui kolaborasi itu, disiapkan mesin ATM biodrop yang memungkinkan masyarakat menyetorkan minyak jelantah dan memperoleh nilai rupiah yang ditransfer ke rekening masing-masing.
Menurut dia, inovasi tersebut diharapkan semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bijaksana.
Baca juga: Bupati Banyumas: Pengumpulan minyak jelantah buka peluang usaha baru
Baca juga: Pengamat apresiasi minyak jelantah sebagai sumber energi berkelanjutan
Selain memberikan penghargaan atas gerakan lingkungan, rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum peluncuran Program Pandu Tangguh.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam mendampingi masyarakat, khususnya kelompok rentan, mengakses layanan dan bantuan sosial melalui aplikasi Perlinsos.
Pada rapat koordinasi tersebut, dilakukan juga pemberian apresiasi kepada sejumlah posyandu kabupaten/kota, desa, dan kelurahan atas dedikasi, serta inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Jumlah posyandu di Jateng yang telah terdata mencapai lebih dari 20.000 unit, dan menjadi provinsi dengan jumlah Posyandu teregistrasi terbanyak di Kementerian Kesehatan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Zuhdiar Laeis
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira