Skala prioritasnya adalah irigasi-irigasi yang langsung bersentuhan dengan pertanian di wilayah kita

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp65,5 miliar pada 2026 untuk merehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembangunan irigasi perpipaan untuk pertanian di 25 kabupaten.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Kabupaten Semarang, Selasa, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi harus memberikan manfaat langsung kepada petani, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk kegiatan pertanian.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, sekaligus mendukung produktivitas pangan.

"Skala prioritasnya adalah irigasi-irigasi yang langsung bersentuhan dengan pertanian di wilayah kita," katanya, saat menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ia juga meminta kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pemanfaatan jaringan irigasi berjalan optimal.

"Rekan-rekan gapoktan nanti tolong lakukan koordinasi dengan para bupati dan wali kotanya. Wilayah mana yang sudah dimasuki, kemudian sesuai perintah saya, harus dirawat," katanya.

Selain pembangunan jaringan irigasi, ia menyebut pemerintah kabupaten/kota telah melakukan pemetaan kebutuhan air pertanian sebagai bagian dari antisipasi kekeringan.

"Dampak kekeringan pun sudah kita mitigasi. Bupati dan wali kota lewat dinas pertaniannya sudah melakukan mitigasi, mana yang sumurisasi, mana yang pipanisasi, mana tanah tadah hujan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng Opik Mahendra menjelaskan program tersebut mencakup rehabilitasi 334 titik jaringan irigasi tersier serta pembangunan 75 titik irigasi perpipaan.

"Total anggaran yang dikeluarkan adalah Rp65,5 miliar. Apabila dikonversikan berdasarkan panjang pekerjaan, program tersebut setara dengan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 50 kilometer jaringan irigasi," katanya.

Adapun panjang jaringan di setiap lokasi berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lahan pertanian setempat.

Saat ini, kata dia, pekerjaan masih dalam proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi. Pemerintah provinsi menargetkan sejumlah titik rehabilitasi dapat diresmikan pada akhir 2026.

Baca juga: Pemprov Jateng salurkan 1.507 alsintan dukung modernisasi pertanian

Baca juga: Gubernur Jateng optimistis target produksi padi tercapai seiring hujan

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Zuhdiar Laeis

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira