Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengoptimalkan kolaborasi pengelolaan pasokan alat kontrasepsi guna memastikan ketersediaan kebutuhan pelayanan keluarga berencana (KB) di fasilitas kesehatan.
Kolaborasi tersebut dilakukan Pemkot Kupang bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, United Nations Population Fund (UNFPA), serta Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).
“Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi tata kelola persediaan, memperkuat sistem pelaporan, serta memastikan distribusi alat dan obat kontrasepsi berjalan lebih efektif dan terkoordinasi,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang Hengky C. Malelak di Kupang, Sabtu.
Hal itu disampaikannya dalam kunjungan kerja dan kegiatan penguatan manajemen rantai pasok alat dan obat kontrasepsi yang berlangsung di Puskesmas Bakunase.
Ia turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, UNFPA, serta Pemerintah Australia dalam memperkuat penyelenggaraan program KB di Kota Kupang.
Menurut dia, penguatan manajemen rantai pasok alat dan obat kontrasepsi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan KB.
“Ketersediaan alat kontrasepsi yang terencana, terpantau, dan terdistribusi dengan baik akan membantu fasilitas kesehatan memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menekankan sejumlah aspek strategis yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan stok dan proyeksi anggaran pengadaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) untuk tahun anggaran mendatang melalui sistem pendukung terintegrasi, termasuk aplikasi Sika dan Sifika.
Pembahasan juga mencakup rencana pelaksanaan roll-out dashboard Sifika secara berkala untuk mendukung pemantauan rantai pasok bulanan, serta penguatan operasional gudang alat dan obat kontrasepsi di tingkat kabupaten/kota, termasuk penanganan persediaan yang telah melewati masa kedaluwarsa.
Budi Setiyono juga mendorong fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk klinik swasta dan praktik bidan mandiri, untuk tertib melaporkan kondisi stok dan insiden pelayanan melalui sistem tersebut agar data yang tersedia lebih akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Yoseph Boli Bataona
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira