Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mendukung perluasan Al Quran braille untuk mendukung program penyandang tunanetra atau orang dengan gangguan penglihatan.

"Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mendukung program-program disabilitas, yang saat ini disabilitas netra. Salah satunya dengan membuka sosialisasi modul panduan belajar Al Quran braille," kata Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Achmad Salahuddin dalam Musyawarah Daerah ke-6 Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jaktim, di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu.

Achmad menjelaskan, sosialisasi pembelajaran Al Quran braille ini diinisiasi Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia dan ITMI.

"Sosialisasi dilakukan sekaligus mengukuhkan dan mengagendakan program penyebarluasan pengetahuan Al Quran braille," ujar Achmad.

Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia Arif Pribadi mengatakan, Pemkot Jakarta Timur selalu mendukung program-program yang akan dijalankan ITMI.

Salah satunya sosialisasi Al Quran braille yang terus digalakkan kepada masyarakat khususnya disabilitas netra untuk memudahkan disabilitas netra dapat membaca Al Quran.

Baca juga: Baznas salurkan Al Quran braille untuk tunanetra

"Al Quran braille kita memang harus membooming (berkembang pesat), khususnya di Jakarta Timur, agar teman-teman disabilitas khususnya netra bisa membaca Al Quran," kata Arif.

Arif menyebutkan, Al Quran braille sudah tersebar masif di 28 provinsi Indonesia dan 185 kabupaten/kota. Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia juga menjadi salah satu tempat produksi Al Quran braille di Indonesia yang melibatkan disabilitas netra dalam produksinya.

"Alhamdulillah hampir di setiap provinsi, kota, dan kabupaten sudah ada, dan kita juga punya mesin percetakan Al Quran braille. Semua pekerjanya disabilitas netra," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum ITMI Yogi Matsuni mengatakan, pihaknya akan terus mensosialisasikan penggunaan Al Quran braille mengingat baru 10 persen dari 3,5 juta orang disabilitas netra muslim di Indonesia ini baru dapat membaca Al Quran braille.

"Buta di dunia adalah takdir, buta di akhirat adalah pilihan. Jadi ITMI mempunyai visi bahwa kita tidak boleh menjadi buta dua kali, cukup buta di dunia dan tidak boleh buta di akhirat," ucap Yogi.

Baca juga: Baznas gelar pelatihan pengajar Al Quran braille untuk tunanetra

Baca juga: Baznas latih pengajar Al-Quran braille untuk membantu disabilitas

Baca juga: Wali Kota Jaktim ajak Gen Z pahami Al Quran untuk cegah narkoba-LGBT

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Siti Nurhaliza

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira