Kami berharap adanya kelonggaran aturan terkait penggunaan aset Pemkot Depok yang belum bersertifikat agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program Koperasi Merah Putih
Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat mengakselerasi program Koperasi Merah Putih (KMP) walaupun masih ada kendala dalam pendirian gerainya.
Wali Kota Depok Supian Suri di Depok, Kamis, mengatakan, secara terbuka memohon kelonggaran aturan ke pemerintah pusat agar aset Pemkot yang belum bersertifikat bisa segera difungsikan untuk mendukung operasional KMP.
"Kami berharap adanya kelonggaran aturan terkait penggunaan aset Pemkot Depok yang belum bersertifikat agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program Koperasi Merah Putih," ujarnya.
Ia mengungkapkan, permasalahan lahan masih menjadi tantangan mendasar di Kota Depok.
Karena dari sekitar 9.000 total aset milik Pemkot sejak berpisah dari Kabupaten Bogor, baru sekitar 1.500 aset yang sudah resmi memiliki sertifikat.
Untuk mengurai keterbatasan ini, Pemkot Depok terus bergandengan tangan dengan Kodim 0508/Depok untuk memetakan titik-titik lahan alternatif.
Kendati demikian, Supian Suri berpesan kepada seluruh pengurus koperasi dan jajaran kelurahan agar tidak patah semangat meski belum mengantongi gerai fisik yang megah.
Ia mendorong optimalisasi teknologi digital sebagai solusi jangka pendek untuk menggenjot penjualan produk.
"Di era digital seperti sekarang, penjualan secara online sudah dapat dilakukan tanpa harus menunggu tersedianya gerai fisik yang besar. Ini bisa jadi solusi konkret mengatasi keterbatasan ruang dan tempat usaha," katanya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkot Depok telah menyiapkan alokasi anggaran khusus guna menopang keberlangsungan Koperasi Merah Putih.
Evaluasi berkala dalam bentuk rakor bulanan juga bakal rutin digelar untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi hambatan, dan merumuskan solusi bersama di lapangan.
Baca juga: Pemkot Depok sebut sudah ada 63 Koperasi Merah Putih
Baca juga: Komisi VII DPR apresiasi Pemkot Depok ringankan bunga pinjaman modal
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Feru Lantara
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira