Penggunaan QRIS dapat mempermudah transaksi sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk melayani wisatawan dari sejumlah negara yang telah menggunakan sistem pembayaran
Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner, memanfaatkan digitalisasi melalui penggunaan QRIS untuk mempermudah transaksi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan penggunaan pembayaran digital dapat membantu pelaku UMKM melayani konsumen, termasuk wisatawan mancanegara yang negaranya telah terhubung dengan sistem pembayaran QRIS.
“Penggunaan QRIS dapat mempermudah transaksi sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk melayani wisatawan dari sejumlah negara yang telah menggunakan sistem pembayaran,” kata Farhan di Bandung, Jumat.
Farhan berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM agar mampu naik kelas secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perbankan, serta komunitas pelaku ekonomi.
Menurut dia, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Bandung. Karena itu, peningkatan kapasitas usaha perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penguatan produksi, akses pembiayaan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk.
Baca juga: Pemkot Bandung jemput bola tingkatkan kepatuhan pelaporan investasi
Penguatan UMKM, lanjut dia, juga perlu disertai pembenahan rantai pasok, khususnya sektor pangan. Pelaku usaha besar memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi bahan baku berjalan baik sehingga UMKM dapat memperoleh pasokan secara lebih terjamin.
Selain itu, Pemkot Bandung tengah mendorong sejumlah kebijakan untuk memperkuat pelaku usaha, salah satunya melalui pengembangan konsep pedagang kaki lima (PKL) sebagai kategori usaha tersendiri.
“Konsep tersebut mempertahankan karakteristik mobilitas PKL tanpa menjadikan ruang publik sebagai tempat usaha permanen,” katanya.
Farhan menyampaikan kebijakan itu bertujuan menjaga karakteristik usaha PKL sekaligus mempertahankan fungsi ruang publik.
“PKL itu memiliki model bisnis sendiri. Kita ingin mempertahankan karakteristik tersebut, tetapi pada saat yang sama ruang publik juga harus tetap terjaga,” katanya.
Baca juga: Investasi Kota Bandung capai Rp9,4 triliun hingga triwulan III 2026
Baca juga: Pemkot Cimahi siapkan Rp3 miliar dukung operasional BRT Bandung Raya
Baca juga: Pemkot Bandung gandeng SBM ITB perkuat pendampingan bagi IKM
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rubby Jovan Primananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira