Kita memiliki peluang cukup besar untuk bisa menjadikan ritel sebagai salah satu motor penggerak karena kontribusi produk-produk yang dijual di ritel itu sampai mencapai angka 26,1 persen
Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung mendorong sektor ritel menjadi salah satu penggerak utama pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan peluang usaha bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, sektor ritel memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan kemiskinan, terutama karena kontribusi penciptaan lapangan kerja dalam strategi penanganan kemiskinan di Kota Bandung masih relatif rendah.
“Kita memiliki peluang cukup besar untuk bisa menjadikan ritel sebagai salah satu motor penggerak karena kontribusi produk-produk yang dijual di ritel itu sampai mencapai angka 26,1 persen,” kata Farhan di Bandung, Minggu.
Menurut Farhan, sektor ritel merupakan bagian penting dari ekosistem perekonomian karena menjadi penghubung antara produsen dan konsumen, sekaligus memastikan masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari.
“Kita tahu tanpa bisnis ritel maka akses konsumen terhadap produk-produk sehari-hari itu enggak bisa didapatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan jaringan ritel juga berkontribusi menjaga kelancaran distribusi barang hingga ke tingkat konsumen. Ketersediaan produk dan distribusi yang efisien turut mendukung pengendalian inflasi daerah.
Farhan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada periode Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 5,78 persen. Sementara itu, kontribusi produk-produk yang dipasarkan melalui sektor ritel mencapai 26,1 persen.
Melihat potensi tersebut, Farhan menilai penguatan sektor ritel perlu berjalan beriringan dengan pengembangan produk lokal yang diharapkan menjadi ruang pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan Kota Bandung, termasuk produk UMKM dan industri kuliner.
Menurut dia, keberlanjutan rantai pasok menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing produk. Kepastian ketersediaan bahan baku, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Melalui penguatan ekosistem ritel, Pemkot Bandung mendorong terciptanya hubungan yang saling mendukung antara jaringan perdagangan, produsen, dan pelaku UMKM,” katanya.
Baca juga: Pemkot Bandung targetkan angka pengangguran di bawah empat persen
Baca juga: Kota Bandung siapkan insentif PBB Rp1 bagi pemilik gedung cagar budaya
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rubby Jovan Primananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira