Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menyiapkan dua rumah singgah gratis bagi mahasiswa dari daerah kepulauan tersebut yang menempuh pendidikan di wilayah daratan Jakarta dan sekitarnya.
“Fasilitas ini disediakan untuk membantu kebutuhan mahasiswa asal Kepulauan Seribu, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, sekaligus menjadi ruang berkumpul dan berdiskusi,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pemuda dan Olahraga Unit Kerja (UKT) 1 Kabupaten Kepulauan Seribu Zulfikri di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan penyediaan rumah singgah tersebut merupakan inisiatif Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan yang berawal dari aspirasi mahasiswa.
Menurut dia, penentuan lokasi rumah singgah itu dilakukan melalui diskusi bersama dengan sejumlah organisasi kemahasiswaan asal Kepulauan Seribu, di antaranya Forum Mahasiswa Kepulauan Seribu (FMKS), Gerakan Mahasiswa Pulau Seribu (GMPS), Himpunan Mahasiswa Pulau Seribu (HMPS), serta organisasi kedaerahan lainnya.
“Lokasi ditentukan berdasarkan hasil diskusi sejak awal tahun bersama organisasi mahasiswa agar fasilitas ini dapat menjangkau mahasiswa yang berkuliah di berbagai wilayah,” ujar Zulfikri.
Dari hasil pembahasan tersebut, kata dia, disepakati dua lokasi strategis. Pertama, di Jalan Johar Baru Utara I, Gang 10, No. 23, RT 09/RW 03, Jakarta Pusat.
Baca juga: Antisipasi banjir, Kepulauan Seribu atasi sumbatan bak kontrol IPAL
Lokasi itu dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur, termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan kampus sekitarnya.
Lokasi kedua berada di Jalan Sepat No. 72, RT 008/RW 002, Kebagusan, Jakarta Selatan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang berkuliah di Jakarta Selatan, UIN Jakarta, Pamulang, dan sekitarnya.
“Rumah singgah ini sudah beroperasi, dan beberapa mahasiswa sudah datang untuk memanfaatkannya. Kedua bangunan cukup luas, terdiri dari dua lantai, serta dilengkapi furnitur dan jaringan internet,” tutur Zulfikri.
Dia menyebutkan selain sebagai tempat beristirahat, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas perkuliahan, berdiskusi, serta mempererat interaksi antarmahasiswa asal Kepulauan Seribu.
Lebih lanjut, dia menuturkan program itu bersinergi dengan Baznas (Bazis) Kepulauan Seribu, dan seluruh fasilitas dapat digunakan secara gratis tanpa biaya sewa maupun pungutan operasional.
Maka dari itu, mahasiswa diimbau agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan pengelola dan meminta sejumlah uang.
“Rumah singgah ini masih tahap awal. Kami terbuka untuk menambah kapasitas maupun menyediakan fasilitas yang lebih luas apabila kebutuhan mahasiswa terus meningkat,” ungkap Zulfikri.
Baca juga: Kepulauan Seribu kembangkan wisata bebas sampah
Baca juga: Kepulauan Seribu buka akses pendidikan bagi mahasiswa lewat beasiswa
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira