Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melibatkan masyarakat di daerah kepulauan dalam mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis (TB).

“Kami terus melakukan sosialisasi berkelanjutan tentang penyakit tuberkulosis dan meminta masyarakat selalu mengenakan masker saat batuk,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu dr Ghamal Ahmad Permana di Jakarta, Rabu.

Pihaknya juga mengajak masyarakat agar segera datang ke puskesmas atau menghubungi kader bila ada gejala batuk untuk dilakukan pemeriksaan.

“Bagi kelompok resiko yaitu kontak serumah dengan penderita, kontak erat, diabetes melitus, perokok, lansia, gizi kurang dan pasien HIV melakukan skrining atau pemeriksaan paru di puskesmas,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara berkelanjutan dan terus menerus disosialisasikan.

“Dengan sejumlah upaya ini diharapkan dapat menekan penyebaran kasus TBC ini,” kata Ghamal.

Baca juga: Angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Jakarta capai 76 persen

Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu menemukan 66 kasus tuberkulosis (TB) di wilayah kepulauan yang ada di Provinsi DKI Jakarta tersebut.

"Jumlah kasus tuberkulosis sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026 ditemukan 66 kasus,” kata Ghamal.

Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2025 di periode yang sama dengan mencapai 55 kasus.

Menurut dia, penemuan kasus ini penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan mempercepat mulainya pengobatan tuberkulosis.

Penemuan kasus ini dilakukan melalui kegiatan penjaringan kasus melalui Active Case Finding (ACF) yang lebih banyak dilaksanakan serta Kualitas Investigasi Kontak (IK) lebih meningkat.

Baca juga: Pemkab temukan 66 kasus tuberkulosis di Kepulauan Seribu

Baca juga: DKI gencarkan pencegahan tuberkulosis

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira