Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menggandeng delapan distributor untuk menjaga ketersediaan pasokan cabai rawit merah menjelang Natal 2026, sekaligus mencegah lonjakan harga di pasar setempat.

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kobar, Muhamad Suhendra di Pangkalan Bun, Kamis mengatakan pihaknya telah meminta delapan distributor cabai rawit merah mengutamakan pemenuhan kebutuhan pasar lokal sebelum memasok ke daerah lain.

“Kami meminta utamakan dulu kebutuhan di Kobar. Jika di sini sudah mencukupi, baru menyuplai untuk kabupaten tetangga. Harapannya, melalui kerja sama dengan para distributor ini, harga cabai rawit merah tidak kembali melonjak di pasaran,” katanya.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga, terutama menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, ketika kebutuhan masyarakat perlu diantisipasi melalui distribusi yang terjaga.

Suhendra menjelaskan, delapan distributor tersebut selama ini juga memasok cabai rawit merah ke sejumlah kabupaten tetangga, seperti Seruyan, Lamandau, dan Sukamara. Karena itu, pemenuhan kebutuhan di Kobar menjadi prioritas sebelum distribusi diperluas ke daerah lain.

Berdasarkan pemantauan Disperindagkop UKM bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kobar di Pasar Indrasari, harga cabai rawit merah berangsur turun menjadi Rp70.000 per kilogram pada pekan keempat Oktober 2026, setelah sempat mencapai Rp120.000 per kilogram pada pekan keempat September hingga awal Oktober.

Harga tersebut turun bertahap menjadi Rp108.000 per kilogram pada pekan kedua Oktober, kemudian Rp88.000 per kilogram pada pekan ketiga Oktober.

Menurut Suhendra, kenaikan harga sebelumnya dipengaruhi menipisnya produksi cabai di daerah pemasok di Pulau Jawa akibat musim kemarau. Kondisi itu berdampak pada harga cabai yang diterima distributor di Kobar.

Ia menyebutkan, harga cabai rawit merah dari daerah pemasok yang sebelumnya berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram meningkat menjadi Rp75.000 hingga Rp83.000 per kilogram setelah sampai di Kobar.

Suhendra mengatakan fluktuasi harga sangat dipengaruhi ketersediaan stok di tingkat distributor. Ketika pasokan mencukupi, harga cenderung turun, sedangkan stok yang menipis berpotensi mendorong kenaikan harga.

Pemerintah daerah berharap kerja sama dengan distributor dapat menjaga kelancaran pasokan cabai rawit merah sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru terpenuhi serta stabilitas harga di pasar Kobar tetap terjaga.

Pewarta: Rendhik Andika/Safitri RA
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rendhik Andika/Safitri RA

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira