Di tahun 2027, saluran sekunder akan dilakukan proses normalisasi sepanjang 13 kilometer. Kemudian ada rehabilitasi juga sepanjang 1,2 kilometer

Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memprioritaskan normalisasi saluran irigasi sekunder sepanjang 13 kilometer pada 2027 untuk memperlancar aliran air ke kawasan pertanian dan mendukung peningkatan produktivitas petani.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon Tommy Hendrawan mengatakan di Cirebon, Selasa, pemerintah daerah pun merencanakan rehabilitasi saluran sepanjang 1,2 kilometer pada tahun yang sama.

"Di tahun 2027, saluran sekunder akan dilakukan proses normalisasi sepanjang 13 kilometer. Kemudian ada rehabilitasi juga sepanjang 1,2 kilometer," katanya.

Ia menjelaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah, memperbaiki infrastruktur pengairan yang selama ini menjadi salah satu penunjang utama aktivitas pertanian masyarakat.

Tommy menyebutkan, program normalisasi dan rehabilitasi saluran pada 2027 diharapkan mampu memperbaiki distribusi air ke lahan pertanian secara lebih merata.

“Kami berupaya menjaga ketersediaan air bagi petani sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan produksi pertanian di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron mengatakan, program tersebut turut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat, salah satunya melalui normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Panguragan.

Normalisasi tersebut, kata dia, dilakukan untuk memperlancar aliran air yang sebelumnya terhambat akibat kondisi saluran yang kurang baik.

“Kami mengapresiasi dukungan BBWS dalam pekerjaan tersebut, karena perbaikan saluran dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian di wilayah Panguragan,” katanya.

Menurut dia, kelancaran pengairan diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan frekuensi panen petani hingga dua kali dalam setahun.

“Selain memperbaiki aliran irigasi, normalisasi sungai juga diharapkan dapat mengurangi risiko banjir ketika hujan deras akibat saluran yang tidak mampu mengalirkan air secara optimal,” katanya.

Imron mengatakan, penanganan kawasan tersebut tidak berhenti pada pengerukan sungai, karena pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) pada 2027.

“Kami meminta masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan menjaga saluran yang telah dinormalisasi, agar tidak kembali mengalami pendangkalan maupun tersumbat sampah,” ucap dia.

Baca juga: Pemkab Cirebon siapkan merger dua BPR untuk perkuat permodalan

Baca juga: Disperdagin Cirebon catat ekspor produk rotan 56,30 juta dolar AS

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fathnur Rohman

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira