Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membongkar tiga jembatan di sepanjang Jalan Raya Gabus, Kecamatan Tambun Utara dan menggantinya dengan jembatan lengkung sebagai langkah strategis mengantisipasi banjir sebagaimana terjadi pada tahun lalu.
Banjir tahun 2025 di wilayah utara Kabupaten Bekasi turut disebabkan luapan Kali Gabus hingga merendam sejumlah kecamatan mulai Tambun Utara, Sukawangi hingga Tambelang. Musibah itu bahkan mengakibatkan terputusnya akses Jalan Raya Gabus.
"Konstruksi tiga jembatan yang berada di lintasan Desa Srijaya dan Desa Srimukti ini sejajar dengan jalan dan aliran sungai sehingga dinilai menghambat laju debit air Kali Gabus saat curah hujan tinggi," kata Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Sabtu.
Dia mengatakan pembongkaran jembatan akses warga itu harus dilakukan guna mencegah musibah serupa terulang kembali tahun ini. Pembongkaran juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi lokasi tersebut beberapa hari lalu.
"Sudah dikunci. Kita (Pemkab Bekasi) yang bongkar, nanti provinsi yang akan bangun jembatan baru berbentuk lengkung," katanya.
Pembongkaran tiga titik jembatan dijadwalkan mulai pekan depan bertepatan dengan pengerjaan kegiatan lanjutan normalisasi sungai yang turut menjangkau aliran Kali Gabus. "Sama sampahnya nanti kita angkat. Untuk mencegah banjir di tiga kecamatan," katanya.
Baca juga: Pemerintah percepat pembangunan jembatan layang Bulak Kapal Bekasi
Baca juga: Menko AHY: Jembatan Kemang Pratama Bekasi didesain antisipasi banjir
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pembongkaran ketiga jembatan tersebut harus dilakukan secepat mungkin sebelum memasuki musim hujan agar musibah banjir tidak kembali terulang.
"Kan nanti musim hujan nih, di Kali Gabus ada tiga jembatan. Satu ke SMK, dua ke RW atau kemana, tiga ke SMP. Jembatannya rata berbaris semua. Nanti Pemda yang bongkar biar provinsi yang ganti jembatannya, ganti dengan model lengkung," ujarnya.
Dirinya juga memastikan pengerjaan normalisasi sungai dan pengerukan lumpur akan langsung dilakukan bertepatan tuntasnya pembongkaran jembatan.
"Pemerintah provinsi tidak dapat menghilangkan banjir namun berupaya meminimalisir dampak. Minggu depan harus sudah dibongkar jembatannya. Nanti provinsi yang bangun. Nanti kalau jembatan sudah dibongkar, bikin embung. Sebelum hujan saya turunin alat lagi. Jangan sampai banjir dulu baru turun alat," kata dia.
Baca juga: Pemkab Bekasi perbaiki Jembatan CBL tingkatkan kenyamanan pengendara
Baca juga: Jembatan alternatif Kali Sadang Bekasi ambruk dihantam arus deras
Baca juga: Jembatan Cipamingkis Bekasi ditutup sementara usai penyangga ambrol
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Pradita Kurniawan Syah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira