Istanbul (ANTARA) - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Teheran akan menentukan "waktu dan kondisi" untuk mengakhiri konflik jika musuh-musuhnya kembali melancarkan serangan militer.

"Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, Angkatan Bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran lah yang akan menentukan waktu dan kondisi bagi akhir mereka," ujar Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah IRIB pada Sabtu (31/10).

Pernyataan tersebut dirilis menyusul pertemuan Khamenei dengan para pejabat tinggi militer Iran.

Dalam pertemuan itu, Pemimpin Tertinggi Iran menginstruksikan para komandan senior untuk memberikan "respons yang segera dan efektif, tanpa batasan geografis terhadap potensi ancaman musuh."

Ia juga memerintahkan pembaruan daftar target untuk memastikan bahwa seluruh aset Amerika Serikat dan Israel berada "dalam jangkauan angkatan bersenjata”.

Pernyataan Mojtaba Khamenei muncul setelah Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia, sebelumnya pada hari yang sama, memperingatkan bahwa perang jilid dua akan meluas jika Presiden AS Donald Trump kembali melakukan “petualangan di kawasan" bersama Israel.

Ketegangan di Timur Tengah terus memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang direspon oleh Teheran dengan serangan balasan di kawasan.

Meskipun upaya diplomatik sempat ditempuh dengan Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan damai pada Juni lalu, tensi politik tetap tinggi akibat perbedaan pandangan terkait pengaturan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran ancam perang meluas jika AS kembali lancarkan serangan

Baca juga: Trump tidak akan biarkan perang Iran berlarut-larut, ucap Vance

Baca juga: Mediator Qatar kembali ke Teheran upayakan AS-Iran damai

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Yashinta Difa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira