setiap upaya menggandeng partai Arab untuk berkoalisi akan dipolitisir sebagai upaya menggerogoti Israel dari dalam
Jakarta (ANTARA) - Perlu 13 kursi lagi bagi blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot untuk menjadi mayoritas di parlemen Israel atau Knesset yang menghimpun total 120 kursi, dan sekaligus membentuk pemerintahan baru di Israel yang mengakhiri kekuasaan Benjamin Netanyahu.
Walau di ambang mencabut mandat Netanyahu sebagai perdana menteri Israel, dengan mengurangi kursi koalisi pemerintahan kanan menjadi 53 kursi lewat Pemilu Legislatif 27 Oktober, kubu oposisi anti-Netanyahu hanya mendapatkan 48 kursi.
Dalam kubu anti-Netanyahu, suara terbesar didapat oleh Partai Yashar yang baru dibentuk pada September 2025 dan dipimpin oleh Eisenkot. Partai ini memperoleh 21 kursi.
27 kursi lain dikuasai Koalisi Bersama pimpinan Naftali Bennet sebanyak 12 kursi, Partai Demokrat yang merupakan gabungan dua partai kiri termasuk Partai Buruh, memperoleh delapan kursi, dan partai kanan Yisrael Beiteinu sebanyak tujuh kursi.
Di kubu Netanyahu, yang mendapatkan 53 kursi, Partai Likud pimpinan Netanyahu mendapatkan suara terbesar sebanyak 26 kursi, masing-masing tujuh kursi dikuasai United Torah Judaism, Otzma Yehudit dan Shas, sedangkan Religious Zionist Party mendapatkan enam kursi.
United Torah Judaism dan Shas adalah dua partai berbasis agama, sedangkan Otzma Yehudit dan Religious Zionist Party adalah partai-partai ekstrem kanan, yang dipimpian Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, yang disebut ekstremis oleh Barat.
Dengan demikian, total kursi Netanyahu dan anti Netanyahu di Knesset adalah 101 kursi.
19 kursi sisa dimenangkan oleh dua partai Arab, yakni Joint List pimpinan Yousef Jabareeen, dan Partai Ra'am pimpinan Mansour Abbas. Joint List 12 kursi, Raam tujuh kursi.
Secara teoritis seharusnya kedua partai Arab ini menjadi penentu untuk terbentuknya pemerintahan baru yang mengakhiri Netanyahu.
Kenyataannya, matematika politik seperti itu tak berlaku di Israel karena baik kubu Netanyahu maupun anti-Netanyahu, sama-sama enggan berkoalisi dengan partai-partai Arab, yang kalaupun terjadi harus dibarengi dengan konsesi-konsesi yang besar.
Dengan demikian, 19 kursi yang diperoleh partai-partai Arab pada Pemilu 27 Oktober tak otomatis menjadi tiket untuk kubu oposisi dalam menumbangkan Netanyahu.
Dianggap musuh
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Jafar M Sidik
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira