• Kamis, 29 Oktober 2026 12:21 WIB

Foto udara suasana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga 2034, dengan 42,6 GW atau sekitar 61 persen di antaranya berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034 yang berpotensi membuka peluang investasi hingga Rp2.967,4 triliun. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

Foto udara suasana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga 2034, dengan 42,6 GW atau sekitar 61 persen di antaranya berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034 yang berpotensi membuka peluang investasi hingga Rp2.967,4 triliun. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

Foto udara suasana Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga 2034, dengan 42,6 GW atau sekitar 61 persen di antaranya berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034 yang berpotensi membuka peluang investasi hingga Rp2.967,4 triliun. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · antaranews.com

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira