Salah satu sumber pertumbuhan baru yang dapat didorong adalah ekonomi digital.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyebut kapasitas pusat data nasional berpotensi meningkat hingga 11 gigawatt (GW) pada 2030, dari posisi saat ini berada pada kisaran 0,45-0,58 GW.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu langkah guna mendukung transformasi digital, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
"Salah satu sumber pertumbuhan baru yang dapat didorong adalah ekonomi digital. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai transaksi bruto ekonomi digital Indonesia mendekati 100 miliar dolar AS, tumbuh sekitar 14 persen year on year/yoy, sekaligus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara," kata Haryo dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, pemerintah juga merencanakan penambahan kapasitas energi sebesar 69,5 GW berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.
Rencana tersebut turut didukung program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt-peak (GWp).
Selain infrastruktur digital dan pasokan energi, pemerintah menilai ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi digital.
Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah memperkuat pendidikan dan pelatihan melalui program Beasiswa Talenta Digital (Digital Talent Scholarship), kerja sama dengan penyedia teknologi dan negara lain, termasuk melalui WAICO.
Pemerintah juga memberikan insentif Super Tax Deduction hingga 200 persen untuk kegiatan pelatihan vokasi guna mendorong pengembangan kompetensi tenaga kerja.
Haryo mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui akselerasi investasi dan optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Kawasan Industri (KI) untuk mengembangkan sektor unggulan daerah.
Adapun saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK dan 181 KI dengan total luas mencapai 125 ribu hektare.
Khusus KEK, akumulasi investasi telah mencapai Rp368 triliun dan mampu menyerap hampir 250 ribu tenaga kerja.
Seiring dengan perkembangan ekonomi digital, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperluas peluang usaha, termasuk bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan media lokal.
Media lokal diharapkan dapat memanfaatkan pemasaran digital, produksi konten kreatif, dan pengelolaan komunitas untuk mempromosikan produk UMKM, pariwisata, serta potensi unggulan daerah.
Di sisi lain, pemerintah mendorong industri media lokal untuk mendiversifikasi sumber pendapatan melalui pengembangan layanan kreatif dan penyelenggaraan kegiatan komersial, dengan tetap menjaga independensi editorial dan kredibilitas informasi.
“Dalam memperluas peluang bisnis tentu harus tetap diimbangi dengan independensi editorial dan kredibilitas informasi, karena kepercayaan publik merupakan modal utama keberlanjutan industri media,” ujar Haryo.
Baca juga: Menko Bahlil dorong Batam, Karimun, dan Bintan jadi hub pusat data
Baca juga: Pemerintah akselerasi ekosistem digital lewat kerja sama dengan India
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Bayu Saputra
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira