Sama dengan liburan sekolah dan juga liburan Idul Fitri, mobilitas masyarakat meningkat, kemudian mobilitas masyarakat ini ditambah dengan belanja, yang akan menggerakkan roda perekonomian sampai ke daerah-daerah
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan pemerintah berupaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai stimulus di kuartal IV (Q4) tahun 2026.
“Untuk menjaga momentum pertumbuhan pemerintah melaksanakan program stimulus akhir tahun 2026, termasuk juga di dalamnya ada program bantuan masyarakat seperti pembukaan rekening baru, bantuan subsidi upah (BSU), dan pemerintah juga memberikan insentif transportasi selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027,” kata Wamenko Drajad di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, libur Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu momentum yang sangat penting dan krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sama dengan liburan sekolah dan juga liburan Idul Fitri, mobilitas masyarakat meningkat, kemudian mobilitas masyarakat ini ditambah dengan belanja, yang akan menggerakkan roda perekonomian sampai ke daerah-daerah,” kata Drajad.
“Bukan hanya (berdampak pada) pariwisata tapi juga perdagangan, kerajinan, industri kecil, rumah tangga dan sebagainya. Karena itu, pemerintah memandang penting untuk memastikan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: Pemerintah siapkan Rp883 miliar stimulus transportasi Natal-tahun baru
Baca juga: Kemenhub prediksi mobilitas libur akhir tahun capai 120 juta orang
Adapun untuk insentif transportasi, pemerintah telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp883 miliar untuk stimulus diskon empat moda transportasi pada periode Nataru 2026/2027, yaitu untuk moda kereta api, pelayaran, penyeberangan, dan pesawat terbang.
Di sisi lain, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Kamis (5/11), pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 tercatat 5,47 persen (yoy). Angka ini meningkat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,29 persen (yoy).
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2026 terutama ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, salah satunya terkait konsumsi.
Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy) seiring peningkatan mobilitas masyarakat serta berbagai gelaran pertunjukan dan olahraga.
“Saya menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka menjaga daya beli, serta menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat, inklusif, berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya bagi rakyat banyak,” kata Wamenko Drajad.
Baca juga: Wamenko Dradjad sebut daya beli bergeser, ekonomi bertransformasi
Baca juga: Wamenko Dradjad ajak investor utamakan analisa data dalam investasi
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Arnidhya Nur Zhafira
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira