proses pemeliharaan, perbaikan dan perawatan pesawat secara menyeluruh membutuhkan perencanaan jangka panjang, tenaga ahli, serta ketersediaan fasilitas dan suku cadang
Jakarta (ANTARA) - PT Pelita Air Service memperkuat perawatan armada dengan menggandeng dua mitra global di bidang Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) yakni MTU Maintenance dan KarbonMRO guna memastikan keandalan dan keselamatan setiap penerbangan.
Direktur Utama Pelita Air Service Faik Fahmi mengatakan proses pemeliharaan, perbaikan dan perawatan pesawat secara menyeluruh membutuhkan perencanaan jangka panjang, tenaga ahli, serta ketersediaan fasilitas dan suku cadang.
"Kesiapan inilah yang menjadi salah satu tulang punggung Pelita Air dalam menjaga ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP)," kata Faik dalam keterangan terkonfirmasi di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.
Dia menyampaikan komitmen kepada pelanggan tersebut diwujudkan Pelita Air dengan memperkuat ekosistem perawatan armada Airbus A320 bersama dua mitra global, MTU Maintenance dan KarbonMRO.
Melalui kesepakatan yang telah diresmikan dalam ajang MRO Asia-Pacific 2026 di Singapura, kata Faik, Pelita Air memadukan kebutuhan pemeliharaan mesin dengan pengembangan kapabilitas teknis masa depan.
“Setiap pihak memiliki kompetensi yang dapat saling melengkapi,” tutur Faik.
Dengan memperluas akses terhadap keahlian, fasilitas, dan dukungan teknis yang mumpuni, maskapai itu ingin memastikan armada pesawat Pelita Air selalu dalam kondisi prima demi keselamatan dan kenyamanan pelanggan.
Bagi Pelita Air, tambah Faik, investasi di balik pintu hanggar tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni menjaga kepercayaan pelanggan melalui keandalan armada dan kualitas layanan penerbangan.
"Pemeriksaan dan perawatan mesin pesawat, kesiapan talenta, serta kolaborasi global terus mengawal setiap perjalanan. Lewat pekerjaan sehari-hari itulah keandalan penerbangan dirawat," katanya.
Baca juga: Pelita Air bagikan tiket nonton gratis MotoGP Mandalika 2026
Baca juga: Pelita Air pertahankan predikat maskapai paling tepat waktu nasional
President & CEO MTU Maintenance, Gert Wagner mengatakan kerja sama dengan MTU Maintenance disepakati untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Fokusnya adalah merawat mesin CFM56-5B yang menggerakkan 16 pesawat Airbus A320 Pelita Air.
“Kami bangga dapat menghadirkan keahlian global kami untuk mendukung Pelita Air,” kata Gert.
Ia menambahkan pertumbuhan pasar penerbangan di Asia-Pasifik perlu diiringi dengan peningkatan perhatian perusahaan terhadap kebutuhan pelanggannya.
"Kami menantikan kerja sama yang erat dengan tim Pelita Air untuk memastikan keandalan armadanya,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan jika kolaborasi dengan MTU Maintenance berfokus pada dukungan perawatan mesin, kesepahaman dengan KarbonMRO membuka ruang pengembangan sumber daya manusia, pertukaran keahlian, pemanfaatan fasilitas dan dukungan suku cadang untuk mesin CFM56.
Co-Founder & Managing Director KarbonMRO Kevin Teoh mengatakan melalui nota kesepahaman itu, pihaknya melihat peluang untuk memadukan kemampuan Pelita Air dan KarbonMRO yang saling melengkapi guna mendukung pengembangan kapabilitas pemeliharaan mesin pesawat.
Kevin juga menyoroti pentingnya pengembangan tenaga ahli di balik kerja sama teknis tersebut.
Selain kerja sama teknis dan operasional, ia berharap dapat bekerja bersama Pelita Air untuk memajukan pengembangan sumber daya manusia dan pertukaran pengetahuan.
"Sekaligus membantu menyiapkan generasi penerus tenaga profesional yang terampil dalam pemeliharaan mesin pesawat,” katanya.
Baca juga: HUT RI, Pelita Air beri diskon tiket hingga 45 persen semua rute
Baca juga: Danantara akan gabungkan Pelita Air dengan Garuda Indonesia
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Harianto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira