Jayapura (ANTARA) - Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto mengatakan dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan tewas saat terjadi kontak tembak dengan personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema di sekitar Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan .
Brigjen TNI Riyanto di Jayapura, Sabtu, menjelaskan kontak tembak yang terjadi Jumat (23/10) dengan kelompok bersenjata KKB Kodap III/Ndugama-Nderakma itu terjadi saat tim melakukan patroli kewilayahan.
"Dari laporan yang diterima terungkap kontak tembak terjadi saat tim patroli wilayah menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan KKB di sekitar permukiman masyarakat dan saat dilakukan pemeriksaan, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat sehingga terjadi baku tembak," ujarnya.
Dia mengatakan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata tewas di lokasi kejadian, sementara rekan-rekannya melarikan diri alias kabur.
Identitas kedua korban masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, dan prajurit juga mengamankan sejumlah barang, antara lain dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, senjata tajam, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi HT, dokumen, atribut kelompok, serta uang tunai Rp88 juta.
"Setiap tindakan prajurit dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," kata Brigjen TNI Riyanto.
Koops TNI Habema mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan kekerasan karena nantinya berhadapan dengan aparat keamanan.
"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka, hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua," kata Brigjen TNI Riyanto.
Baca juga: Tim gabungan tangkap anggota KKB terlibat peredaran senpi di Puncak Jaya
Baca juga: Satgas ODC tangkap DPO pembakaran kamp PT Unggul di Puncak
Baca juga: Satgas ODC temukan 559 selongsong peluru di belantara Intan Jaya
Pewarta: Evarukdijati
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Evarukdijati
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira