Jakarta (ANTARA) - Kebiasaan minum kopi di pagi atau siang hari kerap menjadi andalan untuk mengusir rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan.
Namun, konsumsi kafein yang kurang tepat berpotensi memicu gangguan tidur hingga memangkas total durasi tidur di malam hari rata-rata sekitar 45 menit.
Dilansir dari publikasi Eating Well pada Kamis (29/10) waktu setempat, pakar nutrisi Courtney Smith menjelaskan bahwa kafein bekerja dengan cara memblokir senyawa adenosin di otak yang berperan memicu rasa lelah.
Baca juga: Mengonsumsi kopi hangat bisa bantu perlancar buang air besar
Kendati bermanfaat di pagi hari, efek kafein di malam hari bisa membuat seseorang merasa lelah namun kesulitan memejamkan mata.
Dampak kafein terhadap tidur sangat bergantung pada dosis, waktu konsumsi, serta kemampuan metabolisme tubuh masing-masing individu yang bervariasi antara dua hingga 12 jam.
Untuk menjaga kualitas tidur, konsumsi kopi disarankan dilakukan setidaknya sembilan jam sebelum waktu tidur.
Baca juga: Kopi panas vs es kopi, mana yang lebih sehat? Ini faktanya
Di samping itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan batas aman asupan kafein harian bagi orang dewasa maksimal 400 miligram, atau setara tiga hingga empat cangkir kopi ukuran standar.
Pakar nutrisi Lavanya Kethamukkala menambahkan bahwa kebiasaan minum kopi tidak harus dihentikan secara total, melainkan cukup menyesuaikan porsi, membatasi konsumsinya di pagi hari, atau beralih ke kopi decaf.
Pengurangan konsumsi kopi dianjurkan dilakukan secara bertahap alih-alih menghentikannya secara mendadak.
Baca juga: Benarkah kopi bisa membakar lemak? Ini fakta dan risikonya
Metode ini penting untuk menghindari efek yang ditimbulkan akibat berhenti konsumsi kopi secara mendadak di antaranya sakit kepala, kelelahan, dan perubahan suasana hati yang umumnya memuncak dalam satu hingga dua hari.
Para ahli juga mengingatkan bahwa kualitas tidur tidak hanya dipengaruhi oleh kopi, tetapi juga dipengaruhi oleh rutinitas tidur, konsumsi alkohol, tingkat aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Apa jadinya jika tubuh kebanyakan kafein?
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Farhan Arda Nugraha
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira