Anak-anak, Insya Allah, tetap masuk dan setelah konfirmasi ke Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, pas dapat program revitalisasi

Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mendata kerusakan pagar dan plengsengan SD Negeri 2 Pandean, Kecamatan Dongko, akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras pada Senin dini hari.

Berdasarkan infografis BPBD Trenggalek, longsor menyebabkan plengsengan dan pagar sekolah ambrol sepanjang sekitar 10 meter dengan ketinggian tiga meter. Material tanah longsor juga merambat hingga ke bagian Tembok Penahan Tanah (TPT) di lingkungan sekolah.

Kepala Desa Pandean Sumarni dalam laporan tertulis kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Trenggalek tertanggal 2 November 2026 menyebutkan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat pada malam sebelumnya yaitu Sabtu (31/10) hingga Minggu (1/11) dini hari.

Pihak sekolah telah melakukan pembersihan awal material longsor secara manual dengan melibatkan guru dan tenaga yang tersedia. Namun banyaknya material tanah serta keterbatasan tenaga dan peralatan membuat penanganan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Sumami meminta dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan untuk penanganan lanjutan, meliputi bantuan teknis, peralatan pembersihan material longsor, serta rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah yang terdampak.

Baca juga: Basarnas: Tanah di lokasi longsor Trenggalek–Ponorogo masih labil

Camat Dongko Ariyanti Puji Astuti mengatakan pemerintah kecamatan telah melakukan pengecekan kondisi sekolah. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

"Anak-anak, Insya Allah, tetap masuk dan setelah konfirmasi ke Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, pas dapat program revitalisasi," kata Ariyanti saat dikonfirmasi.

Untuk sementara pihak sekolah berkoordinasi dengan Komite Sekolah dan wali murid guna mengatur kegiatan belajar mengajar secara bergantian menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah. Pengaturan tersebut dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa.

BPBD Trenggalek mencatat kejadian longsor dan kerusakan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada 2 November 2026.

Secara keseluruhan laporan BPBD mencakup lima kecamatan dengan empat titik tanah longsor, tiga titik pohon tumbang, dua kejadian kerusakan infrastruktur, serta satu kejadian kerusakan talud penahan jalan.

Baca juga: BBPJN: Pembersihan longsor jalur Trenggalek–Ponorogo tuntas dua hari

Selain di SDN 2 Pandean, longsor dilaporkan merusak talud penahan jalan di Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, serta tembok dapur rumah warga di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak.

Sementara itu tiang penyangga Jembatan Nayu di Kecamatan Munjungan juga dilaporkan roboh.

Dalam penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut, BPBD melibatkan unsur lintas instansi dan masyarakat, termasuk TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, PLN, serta tenaga kesehatan sesuai kebutuhan di lokasi kejadian.

Pemerintah daerah melalui unsur terkait terus melakukan koordinasi penanganan dampak bencana agar akses masyarakat dan fasilitas pelayanan publik, termasuk sarana pendidikan, dapat kembali berfungsi dengan aman.

Baca juga: Banjir & longsor, Jalur Bandung--Prigi Trenggalek tertutup total

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Destyan H. Sujarwoko

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira