Jakarta (ANTARA) - Organisasi otonom dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Pagar Nusa dan Tapak Suci, didorong untuk memperkuat sinergi dalam memajukan pencak silat Indonesia di panggung dunia.
Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen mengatakan kendati memiliki akar tradisi dan latar belakang organisasi yang berbeda, kedua perguruan silat tersebut memiliki tanggung jawab yang sama dalam membentuk generasi berkarakter, sekaligus mengembangkan pencak silat hingga ke tingkat dunia.
“Pagar Nusa dan Tapak Suci memiliki akar tradisi yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh cita-cita yang sama yakni membentuk manusia yang kuat secara fisik, matang secara spiritual, dan luhur akhlaknya,” ujar Nabil Haroen dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Ajakan itu disampaikan Nabil Haroen saat menghadiri pelantikan Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031. Kepengurusan baru Tapak Suci dipimpin oleh Afnan Hadikusumo.
Baca juga: IPSI ingin perkokoh posisi pencak silat untuk bangun karakter bangsa
Nabil menegaskan perbedaan identitas perguruan tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kerja sama.
Sebaliknya, kata dia, keberagaman tradisi pencak silat merupakan kekayaan yang dapat menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan dan mengembangkan prestasi olahraga bela diri asli Indonesia tersebut.
Nabil juga mengapresiasi tema pelantikan "Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri & Mendunia".
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi organisasi pencak silat saat ini yakni bagaimana melakukan modernisasi tanpa tercerabut dari akar tradisi dan nilai-nilai yang membentuk identitasnya.
Baca juga: Gubernur Jateng: Pencak silat ikut berperan perkuat persatuan
“Modernisasi bukan berarti meninggalkan tradisi. Justru tradisi harus menjadi fondasi bagi kemajuan,” katanya.
Nabil mengingatkan pencak silat tidak boleh dipahami sebatas olahraga bela diri, didalamnya terdapat pendidikan karakter, pengendalian diri, penghormatan terhadap sesama, serta nilai-nilai kemanusiaan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Pendekar sejati bukanlah mereka yang paling ditakuti, tetapi mereka yang paling mampu menjaga nilai, martabat, dan kemanusiaan,” ucapnya.
Karena itu Nabil berharap hubungan Pagar Nusa dan Tapak Suci dapat dikembangkan melalui kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, penguatan kelembagaan, serta pengembangan pencak silat Indonesia di tingkat internasional.
Baca juga: 14 negara ikuti kejuaraan internasional Tapak Suci
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Asep Firmansyah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira