Moskow (ANTARA) - Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) mengeluarkan peringatan bahaya penerbangan di dekat Gunung Mayon akibat terjadinya erupsi.

Erupsi dengan kekuatan sedang terjadi di Gunung Mayon di Filipina pada Jumat hingga mengeluarkan kolom abu hingga setinggi 3.000 meter di atas puncaknya.

"Otoritas penerbangan sipil harus mengimbau para pilot untuk menghindari penerbangan di dekat puncak gunung karena abu dari erupsi yang terjadi secara tiba-tiba dapat membahayakan pesawat," demikian menurut pernyataan PHIVOLCS.

Para ahli seismologi terus memantau aktivitas Gunung Mayon.

PHIVOLCS menyebutkan tingkat status Gunung Mayon telah dinaikkan ke level tiga seiring meningkatnya potensi aliran lava dan awan panas.

Mayon dikenal dengan bentuk kerucutnya yang nyaris sempurna dan menjadi salah satu tujuan wisata utama Filipina. Namun, gunung itu juga paling aktif dan salah satu yang paling berbahaya di kepulauan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Gunung Mayon di Filipina meletus, semburkan abu setinggi 3.000 meter

Baca juga: Semburan lava setinggi 100 meter terlihat di gunung berapi Mayon

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asri Mayang Sari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira