Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp202,04 triliun hingga 28 Oktober 2026 (year to date/ytd), didominasi oleh penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) senilai Rp150,43 triliun.
“Minat penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal tetap tinggi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa.
Di tengah dinamika pasar, Friderica menyampaikan bahwa sejumlah indikator pasar modal domestik menunjukkan perkembangan yang kuat.
Basis investor juga terus bertumbuh, terlihat dari jumlah single investor identification (SID) yang terus meningkat dan telah mencapai 33,36 juta per 26 Oktober 2026, atau tumbuh 63,94 persen (ytd).
Adapun kinerja fundamental emiten terpantau tetap terjaga, dengan sebanyak 73,54 persen dari emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan laba berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan (LKTT) 2026.
Friderica juga menyampaikan, pasar modal dalam negeri mengalami pemulihan secara bertahap pada triwulan III 2026 di tengah ketidakpastian global.
IHSG ditutup pada level 6.071,14 pada akhir triwulan III 2026, menguat 7,58 persen (quarter to quarter/qtq) seiring kembali masuknya dana asing ke pasar saham domestik, terutama di Juli dan Agustus.
Namun demikian, pada Oktober 2026, IHSG terkoreksi pascapengumuman konsultasi MSCI, dan per 30 Oktober 2026 IHSG ditutup pada level 5.057,05 atau terkoreksi 16,7 persen (month to date/mtd).
Sementara itu, kinerja industri pengelolaan investasi relatif stabil, dengan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp640,05 triliun per 27 Oktober 2026 atau tumbuh positif 0,46 persen (mtd), ditopang oleh net subscription sebesar Rp14,11 triliun mtd.
Baca juga: IHSG variatif di tengah pasar cermati sentimen global dan domestik
Baca juga: AllianzGI: Fundamental kuat dukung RI bertahan di pasar berkembang
Baca juga: Kementerian UMKM ingatkan UKM tak buru-buru IPO
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira