terus kita lakukan edukasi supaya rekening-rekening ini terus menemani anak-anak itu, enggak cuma dari sekolah tapi nanti ke pelajar, karena nanti bisa pindah dari SIMPEL bisa ke SiMuda
Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, pihaknya menggencarkan edukasi keuangan kepada kalangan pelajar dan pemuda guna mencegah rekening menjadi tidak aktif (dormant) sehingga berpotensi disalahgunakan.
Upaya itu dilakukan seiring dengan pengembangan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui produk Simpanan Pelajar (SIMPEL).
“Makanya terus kita lakukan edukasi supaya rekening-rekening ini terus menemani anak-anak itu, enggak cuma dari sekolah tapi nanti ke pelajar, karena nanti bisa pindah dari SIMPEL bisa ke SiMuda,” kata Friderica atau yang akrab disapa Kiki dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan rekening yang tidak aktif perlu menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko penyalahgunaan, terutama apabila pemilik rekening tidak menjaga keamanan informasi pribadi, seperti nomor identifikasi pribadi (PIN).
Program KEJAR sendiri tercatat telah menjangkau 88,57 persen pelajar di Indonesia, dengan total 59,18 juta rekening dan nilai tabungan mencapai Rp27 triliun.
Baca juga: Pemerintah sebut penyediaan rekening massal disertai edukasi keuangan
Baca juga: Gema Kepri Menabung buka 4.109 rekening baru pelajar dalam sebulan
Meski demikian, menurut Kiki kepemilikan rekening perlu diikuti dengan pendampingan agar pelajar terbiasa menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
OJK juga mendorong keberlanjutan kebiasaan menabung melalui produk keuangan yang sesuai dengan tahapan usia dan kebutuhan nasabah.
Setelah menggunakan SIMPEL, pelajar dapat beralih ke Simpanan Pemuda (SiMuda).
Produk tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda merencanakan kebutuhan keuangan.
"Kalau SiMuda, simpanan pemuda itu, bisa nanti dia mau apa, bisa sebagian disisihkan untuk beli properti gitu ya. Jadi tergantung dia targetnya apa atau masuk ke reksa dana dan lain-lain. Jadi harapannya tabungan-tabungan ini menemani anak-anak ini dari mulai sekolah sampai nanti dewasa. Makanya harus dibimbing supaya enggak jadi dormant," ujarnya.
Baca juga: OJK: Pembukaan rekening massal strategis untuk keberlanjutan literasi
Baca juga: OJK minta bank blokir 38.375 rekening terindikasi judi online
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Bayu Saputra
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira