Perpaduan BBF dan BIK menjadi langkah strategis untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di tengah masyarakat, khususnya para pelaku industri kreatif

Banyuwangi (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memberikan dukungan dalam pengembangan industri kreatif batik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melalui kolaborasi penyelenggaraan Banyuwangi Batik Festival (BBF) dengan Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Kepala Kantor OJK Jember Aris Budiman dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, menyampaikan kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha batik, memperluas akses layanan keuangan, dan sekaligus membuka peluang pasar bagi perajin dan pelaku UMKM lokal.

"Perpaduan BBF dan BIK menjadi langkah strategis untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di tengah masyarakat, khususnya para pelaku industri kreatif," ujarnya.

Menurut Aris, pengembangan industri batik membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya perajin, tetapi juga pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, hingga masyarakat sebagai konsumen produk lokal.

Baca juga: Bupati tantang pelaku usaha ciptakan desain & kreasi batik di BBF 2025

Baca juga: Batik Gajah Oling tercatat Ekspresi Budaya Tradisional asli Banyuwangi

Ia mengungkapkan bahwa dalam proses pembuatan batik membutuhkan kain, pewarna dan berbagai bahan pendukung lainnya, begitu pula upaya meningkatkan literasi keuangan.

"Juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan hingga pemerintah daerah," katanya.

Aris berharap kolaborasi BIK dengan Banyuwangi Batik Festival yang telah berjalan dua kali tersebut bisa terus berlanjut dan memberikan dampak bagi masyarakat di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Tahun ini BBF kembali digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan pada 6-8 November 2026, dan festival ini mengangkat motif Sabuk Mangir Latar Ukel," katanya.

Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengemukakan Banyuwangi Batik Festival telah berkembang menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya, sekaligus memperkuat ekosistem usaha batik di daerah itu.

"Di satu sisi kami merayakan warisan budaya, di sisi lain kami juga memperkuat ekonomi para perajin dan pelaku UMKM yang menghidupkan budaya," katanya.

Baca juga: BBF merupakan komitmen Pemkab Banyuwangi dorong ekosistem batik lokal

Baca juga: Menkop: Batik Banyuwangi bisa perkuat pariwisata

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Novi Husdinariyanto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira