Khartoum (ANTARA) - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan sebanyak 33,7 juta orang di Sudan membutuhkan bantuan kemanusiaan di tengah krisis yang semakin memburuk.
Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (28/10), OCHA menyebut kebutuhan bantuan tersebut telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menggambarkan situasi di Sudan sebagai salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia.
OCHA menyerukan pendanaan sebesar 2,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp52,6 triliun untuk membantu 20,4 juta orang di seluruh Sudan.
Meski menghadapi berbagai kendala operasional, organisasi-organisasi kemanusiaan telah menjangkau 17,1 juta orang hingga September 2026, menurut laporan tersebut.
Namun, hanya sekitar 3 juta orang atau 18 persen dari mereka yang membutuhkan bantuan telah menerima bantuan multisektor.
Angka tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan kemanusiaan di Sudan yang belum terpenuhi.
Sumber: SPA-OANA
Baca juga: Presiden Mesir tegaskan upaya untuk dorong solusi politik atas krisis di Sudan
Baca juga: PBB: Kekerasan kian bebani warga sipil Sudan di tengah guncangan iklim
Baca juga: Sudan kritik AS karena tolak berikan visa untuk kepala negaranya
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Asri Mayang Sari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira