Fokusnya di Sekolah Rakyat ini tentu saja punya dampak tidak langsung pada berkurangnya angka putus sekolah. Tetapi yang lebih penting adalah ini menampung dari Desil 1, Desil 2, yang miskin ekstrem

Lombok Utara, NTB (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal membidik anak-anak yang masuk dalam keluarga Desil 1-2 yang miskin ekstrem dan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari wilayah itu untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Gubernur Iqbal mengatakan Sekolah Rakyat emiliki konsep yang berbeda dari sekolah reguler. Jika sekolah biasa fokus pada perbaikan kurikulum dan kelas, Sekolah Rakyat melakukan intervensi yang lebih dalam terhadap kehidupan siswanya.

Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab persoalan kemiskinan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan perbaikan kurikulum dan gedung.

"Fokusnya di Sekolah Rakyat ini tentu saja punya dampak tidak langsung pada berkurangnya angka putus sekolah. Tetapi yang lebih penting adalah ini menampung dari Desil 1, Desil 2, yang miskin ekstrem. Yang tidak mungkin dinaikkan pendidikannya hanya dengan memperbaiki kurikulumnya, dengan memperbaiki kelasnya. Tetapi dia harus diintervensi lebih dalam, sampai kehidupannya juga diperbaiki, asupannya diperbaiki, kemudian pola-pola kehidupan yang lainnya juga diperbaiki. Nah itulah target utama dari Sekolah Rakyat ini," kata Iqbal di Lombok Utara, Senin.

Baca juga: Pemprov NTB tegaskan kehadiran Sekolah Rakyat untuk lindungi anak

Selain untuk keluarga miskin ekstrem ia juga mengusulkan konsep Sekolah Rakyat khusus untuk anak-anak pekerja migran kepada Menteri Sosial. Usulan-nya tersebut, sudah disetujui secara prinsip.

"Ini untuk menyelesaikan persoalan sosial yang timbul akibat bapak ibu meninggalkan anak-anaknya dan menitipkan kebanyakan kepada keluarga, khususnya kepada kakek neneknya dan ini jadi persoalan sosial yang banyak terjadi di masyarakat kita," kata Iqbal usai membuka dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Lombok Utara.

Baca juga: Sekolah Rakyat dan jalan keluar kemiskinan

Ia mengakui konsep ini akan direalisasikan di Lombok Timur, memanfaatkan lahan bekas Akper di Sakra. Lombok Timur merupakan kantong terbesar pekerja migran di NTB selain Lombok Tengah. .

Untuk Sekolah Rakyat khusus anak PMI ini akan ada penyesuaian konsep. Peran guru Bimbingan Konseling (BK) akan diperkuat dan fasilitas komunikasi dengan orang tua di luar negeri akan difasilitasi.

"Anak-anak ini memang praktis tidak memiliki keluarga karena keluarganya sudah, bapak ibunya sudah di luar negeri dan kesulitan untuk komunikasi. Nah kita akan fasilitasi komunikasinya nanti," kata Iqbal.

Baca juga: Pemprov NTB siapkan lahan untuk Sekolah Rakyat di Pulau Sumbawa

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nur Imansyah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira