Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala Timnas U20 Indonesia Nova Arianto meminta anak-anak muda terus berjuang, sebagai pesannya pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

"Sekali lagi, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi ke depan, selama kita mau berjuang, selama kita mau berusaha," kata Nova di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu.

Nova menghadiri acara eksklusif pre screening film "The Longest Wait", yang menceritakan perjalanan Timnas Indonesia pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Indonesia memulai kualifikasi dari putaran pertama dan hampir membuat sejarah bermain pada putaran final Piala Dunia 2026. Sayang, Garuda terhenti pada putaran keempat setelah dikalahkan Arab Saudi dan Irak.

Saat dimintai komentarnya terkait peluncuran film "The Longest Wait" bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Nova mengatakan, "Ya pastinya sangat baik ya, hari yang sangat baik ya karena bertepatan dengan Sumpah Pemuda",

Baca juga: Sumpah Pemuda momentum majukan tinju Indonesia

PSSI menjadikan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum untuk merawat persatuan dan membangun masa depan yang lebih baik.

"Merawat persatuan, membangun masa depan. Selamat Hari Sumpah Pemuda," tulis Instagram PSSI, Rabu.

Sejumlah federasi olahraga nasional menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan mendorong generasi muda berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui olahraga.

Pesan tersebut disampaikan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui unggahan media sosial mereka.

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928, yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia.

Baca juga: Nova Arianto senang Amar Brkic berkembang bersama Borneo FC

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Zaro Ezza Syachniar

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira