Jakarta (ANTARA) - Negara-negara yang tergabung dalam anggota menteri MABIMS (Indonesia, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) berbagi praktik baik dalam membangun masyarakat Islam berkeadaban (khayru ummah).
Acara yang dikemas dalam bentuk seminar ini diinisiasi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam rangka Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 menteri MABIMS di Jakarta, Senin.
“Bagi kami, keterlibatan ini merupakan bentuk komitmen UIN Jakarta untuk berkontribusi dalam menyukseskan agenda Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat kerja sama keislaman di tingkat internasional,” ujar Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari empat negara anggota MABIMS. Forum ini akan menjadi ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam merumuskan model masyarakat Islam berkeadaban (khayru ummah) yang relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat Asia Tenggara.
Asep mengatakan keterlibatan UIN Jakarta dalam kegiatan internasional ini merupakan wujud sinergi antara perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dan Kementerian Agama.
Melalui dukungan tersebut, UIN Jakarta mengambil peran dalam mendukung diplomasi keislaman, memperkuat dialog antarnegara, serta mendorong kontribusi akademik bagi pengembangan kerja sama Islam di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: Tim teknis MABIMS gelar pertemuan bahas penyusunan Tafsir Ilmi
Menurut dia, dukungan perguruan tinggi dalam agenda internasional merupakan kesempatan untuk mengoptimalkan kapasitas akademik dan kelembagaan dalam mendukung kepentingan bersama.
“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung diplomasi keagamaan dan memperkuat hubungan antarnegara,” kata Asep.
Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama Imam Syaukani menjelaskan seminar ini merupakan salah satu agenda substantif dalam rangkaian SOM MABIMS ke-50.
SOM MABIMS ke-50 berlangsung pada 1–4 November 2026 di Jakarta dengan melibatkan empat negara anggota, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Selain itu, terdapat negara-negara peninjau, yakni Timor-Leste, Thailand, Filipina, dan Myanmar.
Setelah Seminar pada Senin, rangkaian SOM MABIMS dilanjutkan dengan sidang pada 2–3 November 2026. Sidang tersebut akan membahas empat fokus strategis, yaitu potensi belia, pendidikan dan beragama, harmonisasi sosial-ekonomi, serta keharmonian serantau.
Setiap delegasi negara anggota akan menyampaikan laporan berdasarkan fokus strategis masing-masing sebagai bahan pertukaran pengalaman dan praktik baik.
Pembahasan juga mencakup berbagai isu yang berkembang di antara negara anggota untuk merumuskan langkah kolaboratif bagi penguatan kehidupan masyarakat Islam.
Baca juga: Ketua MPR: Pendidikan akhlak tangkal pengaruh negatif di dunia maya
Baca juga: Parni Hadi: Keberadaban Bangsa Indonesia Masih Harus Dipertanyakan
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Asep Firmansyah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira