Tokyo (ANTARA) - Aktor Nagra Pakusadewo tak kuasa menahan haru setelah menonton film "Merah Sebelum Fajar" yang tayang perdana di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026, Jepang, Selasa (27/10).

Dalam film yang disutradarai Garin Nugroho, Nagra berperan sebagai Arya, seorang teknisi radio tuna netra yang meyakini nasib rakyat bergantung kepada kemampuan mereka untuk saling berkomunikasi di seluruh penjuru negeri.

Sama dengan mayoritas penonton di Hulic Hall Tokyo, yang didominasi penonton Jepang, Nagra juga baru menonton kisah "Merah Sebelum Fajar" secara utuh saat itu.

Dalam diskusi tanya jawab di bioskop bersama penonton, dengan ucapan terbata-bata karena menahan luapan emosi yang menyeruak, putra dari Tio Pakusadewo itu mengucapkan terima kasih kepada Garin Nugroho dan Nicholas Saputra sebagai produser dan rekan aktor, karena telah mewujudkan film yang mengusung tema penting ini.

"Aku justru baru nonton tadi. itu benar-benar aku nggak bisa ngomong apa-apa karena benar-benar menyerap informasi itu dan perasaan yang kayak diperas," ujar Nagra saat wawancara bersama media usai penayangan perdana, Selasa (27/10).

Baca juga: Nagra Pakusadewo baca novel Pram sebelum syuting "Laut Bercerita"

Bukan cuma Nagra yang terbawa haru, sutradara Garin Nugroho juga sempat menangis di atas panggung. Ia menyerukan agar peperangan di dunia, termasuk di Gaza, harus dihentikan. Apa yang disampaikan Garin dalam film terbarunya adalah pernyataan untuk menumpas segala kekerasan brutal yang mengatasnamakan sumber daya alam, tanah, hingga agama.

"Merah Sebelum Fajar" mengisahkan Frans (Nicholas Saputra), seorang ahli tambang keturunan Belanda-Indonesia, yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke ibu kota sementara di Yogyakarta untuk memberikan dokumen penting demi membantu pemerintahan baru mengelola sumber daya mineral yang melimpah di Tanah Air. Frans tidak pergi sendirian.

Ia diantar Qasim, keturunan India (Bront Palarae) yang gemar mengutip kata-kata sastrawan Rabindranath Tagore, calon perawat keturunan Tionghoa (Laura Basuki), penyanyi keliling (Tissa Biani) serta Arya, teknisi radio tuna netra (Nagra Pakusadewo) yang percaya bahwa nasib rakyat bergantung kepada kemampuan mereka untuk saling berkomunikasi di seluruh penjuru negeri.

Film "Merah Sebelum Fajar" (Red Before Dawn) berlatar Indonesia tahun 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan, masa transisi yang penuh ketidakpastian dan kekerasan yang masih merajalela karena banyak perebutan kepentingan. Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Belanda kembali ke Indonesia membonceng pasukan Sekutu. Rakyat Indonesia yang sudah menyerukan kemerdekaannya tentu menolak kembalinya kekuasaan kolonial Belanda.

Baca juga: Tak cuma bertamu, Nicholas Saputra penasaran nonton film di TIFF 2026

Dalam perjalanannya, mereka berhadapan dengan kecurigaan dari orang-orang yang seharusnya menjadi bagian dari perjuangan yang sama. Keberagaman etnis, agama, dan berbagai kelompok berbeda belum sepenuhnya bersatu untuk membentuk sebuah negara baru.

Pertumpahan darah tak terbendung, bahkan antarkelompok, meski mereka sama-sama berjuang melawan penjajah. Lewat situasi tersebut, Merah Sebelum Fajar menghadirkan gambaran kompleksitas perjuangan pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

"Merah Sebelum Fajar" menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di kompetisi utama Tokyo International Film Festival 2026 yang diikuti total 15 film dari berbagai negara. Pengumuman pemenang kompetisi akan berlangsung pada hari terakhir festival yang jatuh pada 4 November 2026.

Di Indonesia, "Merah Sebelum Fajar" akan tayang di bioskop mulai 21 Januari 2027.

Baca juga: Tissa Biani bermain di film baru "Merah Sebelum Fajar"

Baca juga: Cerita Nicholas Saputra cetuskan ide film "Merah Sebelum Fajar"

Baca juga: Tayangkan film terbarunya di Tokyo, Garin Nugroho: "Free Palestine!"

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nanien Yuniar

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira