Jakarta (ANTARA) - Munculnya kulit kering, bersisik, bahkan menyerupai koreng di kulit kepala sering kali membuat seseorang merasa tidak nyaman. Kondisi ini biasanya disertai rasa gatal, kemerahan, hingga serpihan kulit yang menempel pada rambut.
Sebagian orang mungkin menganggapnya hanya sebagai ketombe biasa. Padahal, kulit kepala yang mengering dan membentuk kerak bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari kulit kering hingga gangguan kulit tertentu yang membutuhkan penanganan medis.
Agar tidak salah melakukan perawatan, penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.
Baca juga: Cara efektif mencegah kulit kering saat musim kemarau menurut ahli
Baca juga: Cara efektif atasi kulit tumit dan telapak kaki pecah-pecah
Kenali penyebab kulit kepala kering seperti koreng
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kulit kepala mengering, mengelupas, dan membentuk kerak.
Salah satunya adalah dermatitis seboroik, yaitu peradangan kulit yang sering muncul di area berminyak, termasuk kulit kepala. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kemerahan, gatal, bersisik, dan menghasilkan serpihan berwarna putih hingga kekuningan.
Selain itu, psoriasis kulit kepala juga bisa menjadi penyebab. Gangguan kulit kronis ini ditandai dengan munculnya bercak tebal, kering, dan bersisik yang terkadang terlihat seperti lapisan kerak berwarna keperakan.
Penyebab lainnya adalah eksim atau dermatitis kontak akibat reaksi terhadap bahan tertentu dalam sampo, pewarna rambut, maupun produk penataan rambut.
Dalam beberapa kasus, infeksi jamur seperti kurap pada kulit kepala juga dapat menimbulkan bercak bersisik, kerak, dan kerontokan rambut. Oleh karena itu, penting untuk tidak sembarangan dalam mengatasi masalah ini.
Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi kulit kering seperti koreng di kepala.
1. Jangan menggaruk atau mengelupas kerak
Ketika kulit kepala terasa gatal, menggaruknya mungkin memberikan rasa lega untuk sementara. Namun, kebiasaan ini justru bisa memperburuk iritasi.
Menggaruk terlalu keras dapat menyebabkan luka, perdarahan, hingga meningkatkan risiko infeksi akibat masuknya bakteri melalui kulit yang rusak.
Jika terdapat kerak yang menempel, jangan memaksanya terlepas menggunakan kuku atau benda tajam. Biarkan proses pengelupasan berlangsung secara alami sambil melakukan perawatan yang sesuai.
2. Gunakan sampo sesuai kondisi kulit kepala
Pemilihan sampo juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit kepala. Jika masalahnya berkaitan dengan ketombe atau dermatitis seboroik, sampo antiketombe dengan kandungan ketoconazole, selenium sulfide, atau asam salisilat dapat membantu mengendalikan gejalanya.
Namun, jika kulit kepala terasa kering akibat produk perawatan yang terlalu keras, pilih sampo lembut yang tidak mengandung bahan pemicu iritasi.
Gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian. Apabila kondisi tidak membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba produk perawatan lainnya.
Baca juga: Cara efektif atasi kulit tumit dan telapak kaki pecah-pecah
3. Hentikan sementara produk rambut yang memicu iritasi
Pewarna rambut, gel, hair spray, dan produk penataan rambut tertentu dapat memicu reaksi iritasi atau alergi pada sebagian orang.
Jika kulit kepala mulai mengering setelah menggunakan produk baru, hentikan pemakaiannya untuk sementara.
Pilih produk perawatan rambut yang lebih lembut dan hindari penggunaan bahan yang sebelumnya diketahui menyebabkan reaksi pada kulit kepala.
4. Jaga kebersihan dan kelembapan kulit kepala
Keramas secara teratur dapat membantu menghilangkan penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati. Namun, hindari menggunakan air terlalu panas karena dapat membuat kulit semakin kering.
Bilas rambut hingga bersih agar tidak ada sisa sampo yang tertinggal. Selain itu, hindari menggosok kulit kepala terlalu keras saat keramas.
Jika kulit kepala terasa sangat kering, dokter dapat merekomendasikan produk pelembap khusus sesuai kondisi kulit.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Kulit kepala kering yang menyerupai koreng sebaiknya tidak dianggap sebagai ketombe biasa jika berlangsung lama atau semakin parah.
Segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit apabila muncul luka, nanah, nyeri, pembengkakan, perdarahan, atau kerontokan rambut di area yang terdampak.
Pemeriksaan juga diperlukan jika perawatan mandiri tidak memberikan perubahan setelah beberapa minggu.
Baca juga: 7 cara menjaga kesehatan kulit saat sering terpapar AC
Baca juga: Kenapa tumit sering pecah-pecah? Ini penyebab dan cara merawatnya
Baca juga: 9 cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah saat kemarau
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Raihan Fadilah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira