Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tetap menolak konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang rencananya bakal digelar di kompleks Candi Borobudur dan JIExpo Kemayoran Jakarta.

“(MUI) sudah jelas menolak. Nah nanti kalau memang pemerintah tetap (mengizinkan), ya, itu urusan pemerintah,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim di Jakarta, Kamis.

Penegasan itu disampaikan Sudarnoto saat menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi dan tokoh-tokoh lintas agama di Gedung MUI, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog menyikapi rencana konser Andrea Bocelli.

Sudarnoto mengatakan sejumlah konser Andrea Bocelli yang lalu terkait kuat dengan simpati dan dukungannya terhadap Israel. Salah satunya adalah penampilannya dalam konser The Friends of Israel Defence Force (FIDF) di Los Angeles tahun 2010.

Bocelli juga pernah menggelar konser di Tel Aviv dan disaksikan langsung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengabaikan seruan boikot dari para aktivis pro-Palestina pada 2022.

“Dan IDF kita tahu reputasinya adalah pembunuh terbesar dalam sejarah abad 20 dan abad 21. Andre Bocelli dalam catatan data-data yang kami peroleh itu tidak menolak untuk hadir menggali dana (bagi IDF),” kata Sudarnoto.

Dalam pertemuan tokoh lintas agama itu, menurut Sudarnoto, terdapat perbedaan pandangan. Sejumlah tokoh menolak, namun ada juga yang mendukung Bocelli tetap tampil di Indonesia.

Alasan dukungan tersebut terkait dengan potensi ekonomi dan pariwisata yang dapat diserap. Namun, MUI memandang potensi ekonomi itu tidak sebanding dengan apa yang telah terjadi di Palestina serta demi kedaulatan negara sesuai amanat Undang-Undang Dasar RI.

“Nah tentu saja tadi sejumlah pembicara baik dari Islam maupun non-Islam sudah menyampaikan dan ada perspektif-perspektif yang memang berbeda tapi itu wajar saja,” kata dia.

“Seperti yang jelas sekali menyampaikan dukungan agar Bocelli tetap tampil digelar ya dari Walubi. Kita mengertilah mengapa dia mendukung, alasan-alasannya tadi sudah disampaikan. Ada soal Borobudur, ada soal macam-macam yah,” ujar Sudarnoto menambahkan.

MUI pun mendesak pemerintah untuk segera menentukan sikap. Ia berharap fakta-fakta yang menyelimuti profil Andrea Bocelli dapat menjadi dasar pertimbangan pemerintah untuk sama-sama menolak rencana konser tersebut.

“Jangan sampai nanti berlarut, nanti ada ketidakpastian, itu bisa bergejolak,” kata Sudarnoto.

Baca juga: MUI sebut penolakan konser Andrea Bocelli sejalan dengan konstitusi

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asep Firmansyah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira