Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong pesantren mengembangkan usaha kopi sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membuka sumber penghasilan baru bagi warga.

"Bukan hanya bagi masyarakat di sekitar pesantren, tetapi juga menyiapkan anak-anak didik santrinya agar siap menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri ketika lulus nanti," kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Hal ini dikatakannya saat menghadiri kegiatan "Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren: Model Pengembangan Usaha Kopi Berbasis Pesantren" di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pihaknya mengapresiasi pengembangan usaha kopi yang dilakukan oleh ponpes tersebut.

"Saya sangat bersyukur dan bangga bahwa pesantren ini telah dan akan terus merintis pemberdayaan masyarakat," kata Muhaimin Iskandar.

Ia menilai pendekatan tersebut merupakan bentuk pendidikan berbasis pemberdayaan.

Menurutnya, pesantren perlu mempersiapkan masa depan santri secara utuh dengan mengintegrasikan pendidikan agama, kapasitas, dan keterampilan agar mereka mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda yang memberikan pendidikan gratis kepada hampir 500 santri dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, pesantren telah lama menjadi bagian penting dalam penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan, pembinaan, dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

"Al Hikmah 2 ini adalah salah satu contoh dari ribuan pesantren yang sejak awal memang memiliki komitmen pada penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan, sekaligus menyiapkan masa depan anak-anak didik para santri," kata Muhaimin Iskandar.

Kemenko PM berharap praktik pemberdayaan yang dilakukan Al Hikmah 2 dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Penguatan usaha produktif berbasis potensi lokal diharapkan mampu membuka kesempatan ekonomi lebih luas, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga bagian dari penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat," kata Muhaimin.

Baca juga: Baznas raih Mandaya Awards 2026 atas upayanya memberdayakan masyarakat

Baca juga: PM Muhaimin: 44.200 anak keluarga miskin sekolah di Sekolah Rakyat

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Anita Permata Dewi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira