MSC terus mendorong ke arah yang lebih baik serta mempermudah akses melalui inovasi dan digitalisasi layanan yang terintegrasi.

Jakarta (ANTARA) - Marine Stewardship Council (MSC) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) dan pelaku usaha produk seafood di tanah air terus mendorong inovasi baru dalam mendukung perikanan yang berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi perikanan berkelanjutan bertema "Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan Tuna Indonesia" dalam rangka Hari Perikanan Sedunia pada ajang SIAL Food & Drinks, di Paviliun Tuna Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Upaya untuk membantu perikanan yang berkelanjutan, transparan dan memiliki ketertelusuran dapat memberikan nilai tambah tak hanya bagi perikanan itu sendiri, tapi juga bagi para pelaku di sepanjang rantai pasok.

"MSC terus mendorong ke arah yang lebih baik serta mempermudah akses melalui inovasi dan digitalisasi layanan yang terintegrasi," kata Pejabat Senior Komunikasi Komersial MSC Indonesia Usmawati Anggita dalam paparannya, di Jakarta, Jumat.

Hadir pula sebagai narasumber Technical & Management Support AP2HI Ilham Al Haq dan perwakilan PT Tirta Reza Pahlevi yang memberikan pandangan dan masukannya terkait perikanan berkelanjutan.

Usmawati Anggita menyebutkan momen Hari Laut Sedunia serta Hari Perikanan Sedunia yang jatuh pada 21 November menjadi momen bagi MSC dalam meningkatkan kesadaran para pihak untuk menghentikan penangkapan berlebihan dan meningkatkan upaya menjaga laut.

Pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholder perikanan dan kemaritiman, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), asosiasi dan komunitas perikanan, pemerintah daerah, distributor dan mitra luar negeri untuk memperkuat implementasi perikanan berkelanjutan.

"MSC perkuat sistem pencatatan dan verifikasi yang memastikan bahwa produk hasil laut yang dijual dengan label biru MSC benar-benar berasal dari perikanan yang bersertifikat berkelanjutan. Inovasi kami menargetkan traceability produk hasil laut sudah terdata secara digital," kata Anggita.

Lebih lanjut, ia menyebutkan dengan program sertifikasi lingkungan global untuk seafood tangkap alam, memudahkan industri dan konsumen untuk memilih ikan yang hanya bersumber dari stok berkelanjutan.

Penangkapan ikan dapat dikatakan berkelanjutan jika terdapat cukup ikan di lautan dan meminimalkan dampak terhadap habitat dan ekosistem. Agar hal ini dapat terwujud, perikanan harus dikelola secara efektif.

Technical & Management Support AP2HI Ilham Al Haq mendukung penuh kolaborasi untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

"Kesadaran, pengetahuan dan kedisiplinan menerapkan perikanan berkelanjutan dari pelaku usaha perikanan semakin meningkat baik itu dari hulu dalam penangkapan, perlakukan penyimpanan hingga hilirnya sudah semakin baik dan berstandar," kata Ilham Al Haq.

"Kesadaran sertifikasi produk juga terus meningkat, sehingga memberikan nilai tambah bagi produk perikanannya. Praktik ketertelusuran atau traceability hasil laut juga kian meningkat karena menyangkut permintaan dan standard produk untuk pasar baik di dalam maupun luar negeri," katanya pula.

Hal senada diungkapkan Marketing PT Tirta Bitung Bahari Reza Pahlevi yang menyebutkan ketertelusuran produk perikanan sudah menjadi syarat utama produk perikanan kelautan.

"Pelaku perikanan sudah melakukan traceability produk mulai dari cara tangkap, kapal yang digunakan, wilayah tangkap, perlakuan pasca tangkap hingga ke tangan kita. Itu jaminan kami kepada konsumen," kata Reza.

Menurutnya lagi, edukasi tersebut perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dibarengi dengan penguatan regulasi terkait perikanan tangkap yang lebih kuat lagi. Termasuk pula insentif bagi mereka yang telah menjalankan perikanan berkelanjutan.

"Terkait perikanan berkelanjutan, harus dilakukan melibatkan semua pihak. Potensi kelautan Indonesia begitu besar, sehingga harus digarap optimal dan berkelanjutan," kata Reza.

MSC adalah organisasi yang menetapkan standar berbasis sains yang diakui secara global untuk penangkapan ikan berkelanjutan dan rantai pasokan makanan laut. Program sertifikasi dan ecolabel MSC mengakui dan menghargai praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan serta membantu pasar makanan laut yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: MSC libatkan ahli Indonesia bahas pengelolaan gurita berkelanjutan

Baca juga: Indonesia dorong penguatan nelayan skala kecil di forum FAO

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Syarif Abdullah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira