Moskow (ANTARA) - Militer Amerika Serikat (AS) secara diam-diam melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm di wilayah selatan Iran, demikian dilaporkan The Wall Street Journal, Selasa, dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Pada Selasa dini hari waktu setempat, stasiun televisi Press TV Iran melaporkan terdengar sejumlah ledakan di Pulau Qeshm. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut yang disampaikan.

AS telah melancarkan serangan dalam skala terbatas terhadap Iran selama beberapa pekan terakhir. Namun, para pejabat AS belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Pada Senin (2/11), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak terburu-buru untuk memutuskan apakah akan kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran.

Gedung Putih menyatakan bahwa Trump telah membantah laporan media yang menyebut dirinya tengah mempertimbangkan operasi militer berskala besar terhadap Republik Islam Iran setelah pemilihan paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tak lama setelah itu, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Hingga saat ini, konflik antara kedua pihak masih belum menemukan penyelesaian.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Trump bantah rencana serangan lanjutan ke Iran

Baca juga: Vance: AS-Iran capai kemajuan dalam negosiasi damai

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira