Jakarta (ANTARA) - Meta dilaporkan mengembangkan sebuah purwarupa robot humanoid bernama "Max" melalui kolaborasi bersama perusahaan robotika asal China, Fourier.
Dilansir dari laporan The Next Web pada Minggu (1/11) waktu setempat, proyek yang dirampungkan dalam kurun waktu sekitar tiga bulan tersebut difokuskan sebagai sarana riset internal serta platform eksperimen integrasi agen kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan.
Meta tidak berencana untuk menjual robot tersebut kepada publik.
Robot berbobot 48 kilogram dengan tinggi mencapai 1,5 meter ini ditenagai oleh chip Jetson Thor buatan Nvidia. Max dilengkapi dengan layar antarmuka yang dapat menirukan berbagai ekspresi wajah, pengeras suara, serta lima jari di masing-masing lengan yang dirancang presisi untuk memegang dan memindahkan objek berukuran kecil.
Baca juga: Meta tengah uji fitur "Threads Friends" mirip "Close Friends" di IG
Vice President of Product for Robotics Meta Li-Chen Miller terlibat langsung dalam pengembangan purwarupa ini dengan menghabiskan waktu hampir dua bulan di pabrik Fourier di Shanghai.
Meta memproyeksikan robot humanoid ini sebagai bentuk wujud fisik bagi agen AI besutannya, Muse, dengan tujuan utama membantu menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.
Pengembangan teknologi ini mendapat dorongan kuat setelah Nvidia menyepakati investasi senilai 3 miliar dolar AS atau setara Rp54,4 triliun kepada Meta guna memperluas kerja sama riset pada proyek Muse.
Usai memamerkan purwarupa Max secara internal pada akhir Agustus lalu, Meta dan Fourier telah memulai riset untuk robot generasi kedua bernama "Max 2" sejak September.
Varian terbaru ini diproyeksikan membawa peningkatan pada struktur bodi, kemampuan artikulasi tangan, proyektor terintegrasi, serta sensor navigasi untuk menaiki tangga.
Meta bergabung dengan deretan perusahaan mengembangkan robot humanoid untuk kebutuhan rumah tangga dan pabrik.
Sebelumnya, Tesla telah memproduksi robot Optimus, sementara robot humanoid Digit 5 buatan Agility akan beroperasi menggunakan perangkat keras Nvidia.
Di China, Unitree tengah mengembangkan AI yang memungkinkan robot-robotnya meningkatkan kemampuannya secara mandiri.
Baca juga: Facebook beri notifikasi jika anak cari konten menyakiti diri sendiri
Baca juga: Meta luncurkan aplikasi fesyen berbasis AI Style Sketch
Baca juga: Meta hadapi denda Rp452,6 triliun di New Mexico terkait kebocoran data
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Farhan Arda Nugraha
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira